Ringkasan Berita
- DPUTR Gresik menggunakan metode unik dengan menimbun paving lama menggunakan agregat A sebelum dilapisi aspal, tanpa membongkar paving tersebut terlebih dahulu.
- Warga sekitar memilih membongkar sendiri paving di depan rumah mereka sebelum ditimbun, agar material paving bisa dimanfaatkan kembali.
- Metode 'raising' atau peninggian ini telah melalui pengujian teknis di beberapa titik oleh tim Bina Marga sebelum dieksekusi.
- Jalan di Desa Kedanyang merupakan ruas vital penghubung Gresik-Surabaya yang padat lalu lintas dan berfungsi sebagai pengurai kemacetan.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik tengah mengebut perbaikan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 1 kilometer di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Ada yang unik dari pengerjaan ini: konstruksi jalan yang semula berbahan paving diubah menjadi aspal tanpa perlu dibongkar terlebih dahulu.
Paving lama tersebut langsung ditimpa (raising) menggunakan tanah urukan pasir batu (agregat A) sebelum dipadatkan menggunakan alat berat dan dilapisi aspal.
Mengetahui hal tersebut, sejumlah warga yang rumahnya tepat berada di pinggir jalan memilih berinisiatif membongkar sendiri paving di area depan rumah mereka sebelum ditutup material urukan.
"Eman, Mas, pavingnya dipendam. Kita bongkar untuk dimanfaatkan di sekitar rumah," ujar salah seorang warga setempat.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Edi Pancoro, membenarkan bahwasanya perbaikan jalan di Desa Kedanyang ini memang sengaja tidak mencabut paving yang sudah ada.
"Paving langsung kami raising (peninggian) dengan agregat A dan kita lanjut aspal," ujar Pancoro pada Senin (20/7/2026).
Pancoro menjelaskan, metode peninggian ini bukan tanpa perhitungan matang. Sebelum mengeksekusi proyek tersebut, tim Bina Marga telah melakukan serangkaian pengujian teknis terlebih dahulu di beberapa titik.
"Karena hasilnya mencukupi, kita kasih urukan kemudian dipadatkan sebelum dilanjutkan pengaspalan," tandasnya.
Sebagai informasi, ruas jalan kabupaten di Desa Kedanyang merupakan jalur vital yang sangat padat lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua. Jalan penghubung Kota Gresik dan Surabaya ini menjadi opsi favorit warga untuk memangkas waktu perjalanan kerja, sekaligus menjadi jalur pengurai kemacetan saat terjadi kepadatan di Jalan Dr. Wahidin, Jalan R.A. Kartini, hingga Jalan Veteran. (hud/rev)










