Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik, Samsul Bantah Botol Kena Wajah, Korban: Hidung Saya Patah

Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik, Samsul Bantah Botol Kena Wajah, Korban: Hidung Saya Patah Samsul Bakri (SB).

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Samsul Bakri (SB), pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) , akhirnya buka suara usai dilaporkan rekan kerjanya, DRA, ke Polres atas dugaan penganiayaan.

Kepada wartawan, Samsul mengakui dirinya saat kejadian memang melempar botol ke arah DRA dengan jarak sekitar lima meter.

Namun, menurutnya lemparan botol 600 mili liter berisi air itu tidak mengenai wajah korban. Ia berdalih, tindakannya terjadi secara spontan karena tersulut emosi atas perkataan DRA.

"Saya memang melempar botol ke arah dia (korban), tapi spontan. Dan, menurut saya tidak kena wajahnya," ungkap Samsul kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Atas kejadian ini, Samsul mengaku dirinya telah diberikan sanksi. "Saya pun sudah dikenai teguran keras dan disanksi enam bulan dan itu sudah saya jalani. Saya juga sudah minta maaf kepada korban," tuturnya.

Samsul juga mengaku telah memberikan uang Rp10 juta kepada korban yang disampaikan melalui atasannya di kantornya (kepala bidang) sebagai bentuk tanggung jawab untuk membantu biaya pengobatan.

Samsul justru mempertanyakan alasan pengembalian uang tersebut oleh korban setelah berjalan satu setengah tahun.

"Uang Rp10 juta itu sudah diberikan kepala bidang kepada korban untuk membantu pengobatan satu setengah tahun lalu. Tapi setelah satu setengah tahun, uang itu dikembalikan. Kenapa baru dikembalikan setelah selama itu?" tanya Samsul.

Di sisi lain, korban DRA membantah pernyataan Samsul yang menyebut lemparan botol air tidak mengenai wajahnya. Sebab, akibat lemparan tersebut hidungnya patah.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO