Viral Tawuran Dua Kelompok Remaja Bersajam di Panceng Gresik, 2 Orang Alami Luka Serius

Viral Tawuran Dua Kelompok Remaja Bersajam di Panceng Gresik, 2 Orang Alami Luka Serius Tangkapan layar saat dua kelompok remaja dari Desa Banyutengah dan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, terlibat tawuran.foto: ist.

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Video tawuran dua kelompok remaja saat patroli sahur di Kecamatan Panceng viral di media sosial.

Akibat peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan terluka akibat sabetan parang.

Peristiwa itu melibatkan remaja dari Desa Banyutengah dan Desa Campurejo pada Jumat (28/2/2026) dini hari.

Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.Salah satu korban bahkan mengalami luka serius hingga ususnya terburai.

Dalam video yang beredar, korban dengan luka parah di perut kiri terlihat dibonceng sepeda motor oleh rekannya menuju rumah sakit.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan bermula ketika ratusan remaja dari kedua desa berkumpul di perbatasan wilayah.

Mereka sempat saling melempar bom air yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Ketegangan meningkat saat kedua kelompok saling berhadapan dan terlibat adu mulut. Keributan kemudian berubah menjadi tawuran terbuka.

Aksi tersebut bahkan sempat disiarkan secara langsung melalui media sosial.

Dalam rekaman video amatir lainnya, tampak seorang pria membawa senjata tajam jenis parang yang diduga digunakan saat bentrokan berlangsung.

Kanit Reskrim Polsek Panceng, Aipda Yudi Setiawan membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan ada dua korban luka bacok. Yaitu, M Ruhul Madani (25), warga Desa Campurejo. Ia mengalami luka gores senjata tajam. Selanjutnya, Agung Wahyu Pratama (24), juga warga Desa Campurejo, mengalami luka robek di bagian perut sebelah kiri akibat sabetan senjata tajam.

"Untuk pelaku yang diduga menyabet korban berinisial S, warga Desa Banyutengah. Setelah kejadian, yang bersangkutan melarikan diri," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti tawuran tersebut sekaligus memburu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan. (hud/van)