SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz – akrab dipanggil Gus Kikin – sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27 hingga 31 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur.
Siapa Gus Kikin? Inilah profilnya:
Gus Kikin adalah pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Ia mendapat amanah memimpin Pesantren Tebuireng sejak 2020. Gus Kikin adalah pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8.
Gus Kikin menggantikan KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) yang sebelumnya juga pengasuh Pesantren Tebuireng. Gus Sholah dikenal sebagai pengasuh pesantren sangat inovatif dan banyak meninggalkan legacy di Pesantren Tebuireng. Semasa kepemimpinan Gus Sholah banyak mendirikan lembaga pendidikan dan juga rumah sakit.
Diantara legacy Gus Sholah adalah Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng. Yaitu sekolah inovatif yang memadukan kurikulum pesantren salaf dan modern dengan sains kealaman.
Trensains berlokasi di Jl. Jombang-Pare KM 19, Jombok, Ngoro, Jombang. Sekolah ini menggali ilmu seperti astrofisika dan filsafat dengan menjadikan Al-Qur'an dan Hadis sebagai basis epistemologisnya.
Gus Kikin juga Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur. Gus Kikin menggantikan KH Marzuki Mustamar yang dipecat oleh PBNU semasa kepemimpinan KH Miftachul Akhyar (Rais ‘Aam Syuriah) dan KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum Tanfidziah) serta Katib ‘Aam KH Said Asrori dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Sebelumnya, pada 2022 Gus Kikin juga tercatat sebagai salah satu Ketua PBNU masa khidmat 2022 – 2027 hasil Muktamar ke-34 NU Lampung.
Gus Kikin lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Makshum pada 17 Agustus 1958. Gus Kikin merupakan cicit Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng yang dikenal luas sebagai pendiri Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah Nahdlatul Ulama (NU).
Jadi trah Gus Kikin adalah dzurriyah Hadratussyaikh dari jalur ibu. Nyai Hj Abidah Makshum, ibunda Gus Kikin, adalah putri Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.
KH Mahfudz Anwar, ayahanda Gus Kikin, adalah pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang. Namun sebelum mendirikan Pesantren Sunan Ampel Kiai Mahfudz Anwar pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak yang letaknya sekitar 350 meter dari Pesantren Tebuireng.
Pesantren Seblak ini didirikan oleh KH Ma’shum Ali, guru KH Mahfudz Anwar yang juga mertuanya. Kiai Ma’shum Ali popular sebagai ulama zuhud dan pengarang sejumlah kitab kuning. Diantara kitabnya yang popular adalah Al-Amtsilah at-Tashrifiyyah. Kitab ini merupakan morfologi bahasa Arab yang di kalangan pesantren popular dengan ilmu Sharaf. Kitab Tashrif – demikian biasanya disebut – menjadi salah satu kitab atau pelajaran penting dalam kurikulum pondok pesantren.
KH Mahfudz Anwar adalah putra KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Paculgowang Jombang. Dari jalur Kiai Anwar Alwi ini Gus Kikin nyambung dengan keluarga Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Gus Kikin adalah sepupu KH Anwar Manshur, pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri yang juga Rais Syuriah PWNU Jawa Timur.
Gus Kikin selain mengawali belajar di Pondok Pesantren Seblak juga menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Parimono (1963-1970). Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Jombang (1971-1973) dan SMA Negeri Jombang (1974-1977).
Gus Kikin lalu melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta (1975-1979) dan Universitas Terbuka jurusan komunikasi pada 2013.
Gus Kikin sempat menempuh praktik lmu pelayaran selama tiga tahun. Ia bekerja di Djakarta Lloyd. Bahkan Gus Kikin menjadi kepala Djakarta Lloyd cabang Kota Cilegon.
Gus Kikin kemudian berkembang sebagai pengusaha. Ia mendirikan 5 perusahaan di Kota Surabaya dan juga di Ibu Kota Jakarta. Bahkan sempat memiliki stasiun TV, yaitu BBS TV, sebelum akhirnya dijual.
Seperti dikutip Wikipidea, perusahaan milik Gus Kikin terus berkembang hingga menjadi 22 perusahaan. Beberapa perusahaan yang didirikan oleh Gus Kikin antara lain: Bama Buana Sakti di bidang transportasi, Bama Bhakti Samudra di bidang pelayaran, Bama Bumi Sentosa di bidang kontraktor migas, Bama Bali Sejahtera di bidang teknologi informasi, Bama Berita Sarana di bidang media televisi.
Juga usaha di bidang minyak dan gas bumi. Sumur gas pertamanya berada di Kabupaten Sumenep. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi adalah PT. Energi Mineral Langgeng.
Alhasil, Gus Kikin adalah ulama sekaligus pengusaha yang secara ekonomi sangat mandiri. Gus Kikin sangat layak memimpin NU bukan saja karena background keagamaan dan ekonomi serta pengalaman organisasinya jelas tapi juga sangat didukung istrinya, Nyai Hj Lelly Lailiyah Novianti.
Nyai Lelly baru saja menyelesaikan S3 di Unair dengan disertasi tentang Qanun Asasi. Menurut Nyai Lelly, para petinggi PBNU yang sekarang sudah jauh meninggalkan nilai-nilai Qanun Asasi. Karena itu PBNU harus kembali ke nilai-nilai Qanun Asasi hasil karya Hadratuusyaikh.
"Saya akan terus menyosialisasikan nilai-nilai Qanun Asasi," ujar Gus Kikin kepada BANGSAONLINE.










