Ringkasan Berita
- Keluarga korban kecelakaan maut di Surabaya menunggu tanggung jawab dan itikad baik dari pengemudi mobil Honda CR-V, Siauw Jimmy Antonius Wijaya, yang belum memberikan penyelesaian satu pekan pasca kejadian.
- Korban tewas, Muhammad Bilal (68), adalah tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai sopir pribadi, meninggalkan beban ekonomi dan duka mendalam bagi keluarganya.
- Pengemudi mobil diduga merupakan anak dari pemilik usaha Golden Dragon Spa dan Kenzo Keramik, berdasarkan informasi dari sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.
- Proses hukum masih berlangsung dengan penyelidikan polisi yang memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan, di mana mobil diduga berpindah lajur dan menabrak dua motor dengan kecepatan sekitar 60 km/jam.
- Keluarga korban mengharapkan keadilan dan transparansi dalam proses hukum serta tanggung jawab dari pihak pengemudi atas kematian Bilal.
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Sepekan setelah kecelakaan maut di Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, yang menewaskan Muhammad Bilal (68), keluarga korban mengaku masih menunggu itikad baik dan tanggung jawab dari pihak pengemudi mobil yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Bilal meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertabrak mobil Honda CR-V bernopol L 1562 AT yang dikemudikan Siauw Jimmy Antonius Wijaya (43), yang disebut merupakan anak pemilik Golden Dragon Spa di Jalan Raya Nginden.
Hingga Rabu (22/7/2026), keluarga korban menyatakan belum memperoleh kepastian terkait penyelesaian kasus tersebut.
Emi, anak kedua almarhum Muhammad Bilal, mengatakan pihak keluarga hanya didatangi seseorang yang mengaku sebagai istri dan adik pengemudi pada malam setelah kecelakaan terjadi.










