MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto menggelar kegiatan Awarding Transformasi Digital Semester I 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang berhasil mengoptimalkan layanan digital dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan hybrid ini diikuti seluruh puskesmas di wilayah kerja Mojokerto–Jombang. Penghargaan kategori Pemanfaatan Mobile JKN diberikan kepada Puskesmas Wates, Gayaman, dan Kesamben. Sementara kategori Pemanfaatan Telekonsultasi diraih Puskesmas Gedongan, Jatirejo, dan Plandaan.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menegaskan transformasi digital bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan. “Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi peserta,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Titus menjelaskan, fitur Mobile JKN memungkinkan peserta mengakses antrean online, informasi kepesertaan, hingga telekonsultasi tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Pemanfaatan antrean online membantu peserta memperkirakan waktu kedatangan, sementara puskesmas dapat mengatur alur pelayanan lebih tertib. Fitur telekonsultasi juga memperluas akses konsultasi awal bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr. Achmad Reza, menyampaikan apresiasi atas percepatan transformasi digital di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Kehadiran fitur-fitur digital seperti Antrean Online dan Telehealth menjadi solusi yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Transformasi digital ini juga membantu fasilitas kesehatan memberikan pelayanan lebih efektif dan terukur,” katanya.
Menurut dia, penghargaan ini menjadi motivasi bagi puskesmas lain untuk meningkatkan pemanfaatan layanan digital sekaligus mengedukasi masyarakat agar aktif menggunakan aplikasi Mobile JKN dan fitur Telehealth. (ris/mar)










