TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tulungagung dipercaya menjadi salah satu dari empat daerah di Indonesia yang menjadi lokasi uji coba penerapan Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG).
Selain Tulungagung, uji coba tersebut dilaksanakan di Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim sebagai bagian dari persiapan pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan strategis dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara bertahap.
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Tulungagung, meliputi RS Putra Waspada, RSUD dr. Iskak Tulungagung, Poliklinik Kesehatan 05.09.09 Tulungagung, serta Puskesmas Kauman.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menilai kesiapan fasilitas kesehatan dari berbagai aspek, mulai pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga sistem pendukung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan uji coba.
Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan, Arief Syaefuddin, mengatakan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN turut mendukung pelaksanaan uji coba serta memastikan koordinasi dengan fasilitas kesehatan berjalan optimal.
Menurut Arief, dukungan tersebut diberikan sesuai tugas dan kewenangan BPJS Kesehatan, termasuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Program JKN dan koordinasi dalam proses integrasi sistem.
“Kami mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Tentu dalam pelaksanannya, membutuhkan beberapa persiapan dan dukungan dari pihak terkait, terutama FKTP dalam menentukan arah rujukan agar lebih efektif. Kami juga selalu melihat bahwa dengan uji coba yang dilakukan, mutu pelayanan terhadap peserta akan meningkat. Ketika mutu meningkat, harapannya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga semakin terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Azhar Jaya, menjelaskan pemerintah tengah mendorong transformasi layanan kesehatan melalui tiga fokus utama, yakni penerapan RBKP, peralihan sistem INACBG's ke iDRG, serta penerapan KRIS.
Untuk menguji kesiapan implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah sebagai lokasi uji coba, dengan Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah yang dinilai telah memenuhi kesiapan awal.
Azhar mengatakan kesiapan Tulungagung terlihat dari hasil kunjungan dan pengujian sistem di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk waktu layanan yang dinilai lebih cepat dibandingkan standar yang ditetapkan.
Kesiapan rumah sakit dalam menerima dan menangani pasien rujukan dari puskesmas juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.
“Kami sudah melihat kesiapan yang dilakukan di Tulungagung dan menilai daerah ini sudah siap melaksanakan uji coba tiga fokus pemerintah. Ini menunjukkan bahwa sistemnya sudah berjalan dengan baik, tinggal bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Kami melihat KRIS sudah baik dan memenuhi persyaratan. Pasien juga merasa puas selama menjalani perawatan, tentu ini akan menjadi modal yang kuat dalam pelaksanaan uji coba di lapangan. Tulungagung siap melaksanakan uji coba,” kata Azhar.
Dukungan terhadap uji coba tersebut juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Ia menilai transformasi pelayanan kesehatan berbasis kompetensi dapat membantu memastikan masyarakat memperoleh rujukan sesuai kebutuhan dan tingkat urgensinya.
Menurut Emil, pengalaman Kabupaten Tulungagung selama menjalankan uji coba diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi fasilitas kesehatan di berbagai kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.
“Sebelumnya kami sampaikan terima kasih sudah memilih Tulungagung sebagai lokasi uji coba. Tentu upaya transformasi berbasis kompetensi ini merupakan langkah yang tepat, dan harapannya publik akan mendengar ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Karena uji coba dilakukan di Tulungagung, nanti Kepala Dinas Kesehatan agar bisa sharing ke fasilitas kesehatan lainnya, sehingga sistem ini dapat berjalan bukan hanya di Tulungagung, tetapi di setiap kabupaten/kota di Jawa Timur," tegas Emil.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, turut mengapresiasi kepercayaan pemerintah menjadikan Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu lokasi uji coba penerapan RBKP, iDRG, dan KRIS.
Baharudin mengatakan Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendukung berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk memastikan kesiapan RSUD dr. Iskak Tulungagung dalam menjalankan sistem yang sedang diuji coba tersebut.
Di sisi lain, Baharudin juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan perhatian lebih terhadap penguatan fasilitas kesehatan, khususnya di Kabupaten Tulungagung. (fer/van)










