Pemkab Kediri Matangkan Rencana Pembukaan Wisata Air Panas Gunung Kelud

Ringkasan Berita
  • Pemerintah Kabupaten Kediri mempersiapkan pembukaan kembali wisata air panas Gunung Kelud yang telah ditutup sejak erupsi tahun 2014.
  • Survei lokasi telah dilakukan bersama Forkopimcam dan komunitas pelaku wisata untuk memastikan kesiapan, keamanan jalur, dan potensi daya tarik wisata.
  • Pembukaan ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Kediri untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan pariwisata alam, menyusul perpanjangan jam operasi wisata Besuki di Gunung Wilis.
  • Pengunjung diperkirakan perlu berjalan kaki sekitar 30 menit dari area parkir baru untuk mencapai titik wisata air panas.
  • Target pembukaan ditujukan untuk menarik kembali pengunjung lama dan menarik minat wisatawan baru, sejalan dengan arahan Bupati untuk memaksimalkan potensi Gunung Kelud dan Gunung Wilis.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com Pemkab Kediri terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata berbasis alam.

Setelah memperpanjang jam kunjungan wisata Besuki di kawasan Gunung Wilis, kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menyiapkan pembukaan kembali wisata air panas di Gunung Kelud.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan wisata air panas Kelud ditutup sejak erupsi 2014. Survei lokasi telah dilakukan pekan ini untuk memastikan kesiapan pembukaan kembali. 

“Kita telah lakukan survei, potensinya luar biasa sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk yang pernah datang supaya tertarik datang kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Menurut dia, arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menekankan agar potensi wisata Gunung Kelud dan Gunung Wilis ditata serta dimaksimalkan. Survei dilakukan bersama Forkopimcam Ngancar dan komunitas pelaku wisata Kelud.

Salah satu aspek yang dimatangkan adalah keamanan jalur menuju lokasi. Dari area parkir baru, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk mencapai titik wisata air panas.

“Kita lihat dulu mana jalur yang bisa dilalui, semoga saja pembukaan wisata air panas ini bisa segera terwujud,” kata Kepala Disparbud Kabupaten Kediri. (uji/mar)