PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menutup sumur bor yang mengeluarkan gas di Dusun Kramat, Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Senin (27/7/2026), sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan warga.
Sumur tersebut sebelumnya dibor oleh Firman (44), warga setempat, untuk mencari sumber air di lahan yang dikelolanya.
Namun, setelah pengeboran berlangsung selama empat hari, air tidak ditemukan. Sebaliknya, dari dalam pipa keluar gas yang dapat menyala saat disulut api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Akhmad Zainullah mengatakan, sumur bor tersebut telah ditutup sementara sebagai langkah pengamanan.
"Untuk sementara lubang pipa kami tutup demi keamanan," katanya.
Ia menjelaskan, hasil asesmen menunjukkan kandungan gas yang keluar relatif kecil. Meski demikian, penutupan tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi warga di sekitar lokasi.
Menurutnya, BPBD melakukan pengecekan kandungan gas menggunakan peralatan yang tersedia. Hasil pemantauan menunjukkan volume gas yang keluar terus berkurang dibandingkan saat pertama kali muncul dari dalam tanah melalui pipa.
"Kami tetap memantau perkembangannya. Kalau ada hal yang membahayakan nanti, baru kita melapor," ucapnya.
Zainullah mengatakan tim BPBD langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sumur bor yang awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan air irigasi persawahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan karena justru mengeluarkan gas.
"Kami menutup lubang pipa untuk menjaga keamanan. Mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi di lokasi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian, Perencanaan, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH & PKLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Farhatin Syaifillah, menyatakan gas yang keluar dari sumur bor tersebut tidak termasuk kategori pencemaran lingkungan.
"Gas itu berhenti sendiri kalau sudah habis," katanya.
Farhatin menjelaskan Pemerintah Kabupaten Pamekasan belum memiliki peralatan untuk mengidentifikasi jenis kandungan gas yang keluar dari sumur bor tersebut.
"Di sini ada bagian perekonomian yang menangani, biasanya melibatkan Pertamina," ujarnya.
Ia menambahkan, di atas lapisan minyak bumi umumnya terdapat lapisan gas, seperti propana atau metana.
Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut menggunakan peralatan yang lebih canggih untuk mengetahui jenis kandungan gas tersebut. (van)










