Sumur Bor Kedalaman 100 Meter di Bangkalan Keluarkan Gas Mudah Terbakar

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Sebuah sumur bor di Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung mengeluarkan aroma gas yang dapat menyala saat disulut api, sehingga proses pengeboran untuk sementara dihentikan.

Salah seorang penanggung jawab pengeboran, Mansur, mengatakan pengeboran dilakukan setelah pihaknya memperoleh bantuan melalui program irigasi dan pompanisasi dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Pengeboran dimulai pada Senin (20/7/2026) sejak pagi hingga sore. Awalnya, pengeboran dilakukan hingga kedalaman 80 meter. Namun, karena belum ditemukan sumber air, pengeboran dilanjutkan hingga mencapai kedalaman 100 meter.

"Hasil geo-nya 90 meter, namun keputusan dari kades kemarin disuruh sampai 100 meter dan di situ baru ada tanda-tanda sumber mata air," katanya, Selasa (21/7/2026).

Mansur menjelaskan, saat sumber air mulai ditemukan, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Namun, ketika petugas hendak memasang casing atau pipa pelindung sumur, aroma gas mulai tercium.

"Dari pagi sampai sore masih aman, jadi aroma itu mulai muncul tadi malam," tambahnya.

Menurutnya, aroma gas semakin kuat pada keesokan paginya. Ia bersama rekan-rekannya kemudian mencoba menyulut api di mulut sumur untuk memastikan sumber bau tersebut.

"Setelah kita coba sulut, ternyata nyala. Ya kemungkinan memang ada kandungan bio gas," tuturnya.

Meski tercium aroma gas yang cukup menyengat, proses pengeboran sempat dilanjutkan dengan mengangkat pipa bor yang berada di kedalaman sekitar 100 meter.

Namun, saat pipa bor terangkat sekitar 30 meter, tiba-tiba muncul semburan air yang disertai gas dari dalam sumur.

"Tingginya semburan itu setinggi pohon bambu dan bau gasnya kuat," jelasnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala desa dan diteruskan secara berjenjang kepada Polsek serta Koramil setempat.

"Sudah di kroscek kemungkinan akan dilaporkan ke kabupaten," ungkapnya.

Hingga kini aroma gas masih tercium dari lubang sumur tersebut. Untuk alasan keselamatan, aktivitas pengeboran dihentikan sementara sambil menunggu tindak lanjut dari instansi berwenang.

"Aromanya seperti gas elpiji bocor begitu," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan Achmad Siddik mengaku belum menerima laporan resmi terkait temuan tersebut.

"Belum ada laporan ke kantor kami, nanti akan kami cek lagi," pungkasnya. (van)