Ringkasan Berita
- Seorang remaja 15 tahun di Bangkalan ditemukan meninggal di area menara pemancar pada 27 Juli 2026, diduga akibat terjatuh dari atas menara.
- Video amatir yang beredar menunjukkan sebelum kejadian, terdengar seseorang menjanjikan kenaikan gaji MBG atau SPPG, memunculkan dugaan kaitan antara insiden dan isu kesejahteraan.
- Warga setempat membenarkan peristiwa tersebut namun menegaskan penyebab pasti, apakah bunuh diri atau karena faktor lain seperti stres, masih belum jelas.
- Kepolisian Polres Bangkalan menyatakan penyebab peristiwa masih dalam proses penyelidikan Satreskrim, belum ada pernyataan resmi yang memastikan motif kejadian.
- Artikel mengingatkan bahwa depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius, mendorong untuk segera mencari bantuan layanan kesehatan jiwa jika diperlukan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Seorang remaja berinisial E (15), warga Dusun Bangtemoran, Desa Blega, Kecamatan Blega ditemukan meninggal dunia di area menara pemancar pada Senin (27/7/2026).
Peristiwa itu terekam dalam video amatir berdurasi 19 detik yang beredar di sejumlah grup WhatsApp. Dalam video tersebut terdengar seorang pria meminta E agar turun dari atas menara.
Pria tersebut juga terdengar menyampaikan bahwa gaji MBG atau SPPG nanti akan naik.
Selain itu, beredar pula video berdurasi empat detik yang memperlihatkan korban telah meninggal dunia dalam kondisi ditutupi kain sarung.
Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai dugaan mengenai penyebab peristiwa.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan motif maupun penyebab kejadian tersebut.
Salah seorang warga setempat, Moh Safi'i, membenarkan peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Ia mengatakan korban meninggal dunia setelah terjatuh dari atas menara pemancar.
“Semuanya benar, yang di video dan soal gaji SPPG itu benar, tapi belum jelas detailnya bagaimana,” ucapnya, Senin (27/7/2026).
Senada dengan itu, warga setempat Musleh juga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan penyebabnya belum dapat dipastikan.
“Bunuh dirinya benar, tapi penyebabnya belum pasti, apakah ada kemungkinan stres atau ada yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan penyebab peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.
“Memang benar ada informasi soal bunuh diri, penyebabnya masih diselidiki oleh Satreskrim,” pungkasnya.
DISCLAIMER:
Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian










