Ringkasan Berita
- Dinas Perumahan Sidoarjo (P2CKTR) mengadakan sosialisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Tulangan 2025-2045 kepada para kepala desa se-Kecamatan Tulangan.
- Sosialisasi bertujuan memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang, mengatur zona perumahan, perdagangan, jasa, perkantoran, dan industri, serta memudahkan masyarakat membuka usaha melalui sistem OSS.
- RDTR diharapkan dapat mencegah pelanggaran tata ruang dan tetap melindungi lahan sawah yang masuk dalam LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
- DPRD Sidoarjo mengapresiasi RDTR karena memudahkan penataan pembangunan dan berharap kearifan lokal seperti budaya religi, bangunan kuno, dan UKM dapat terakomodasi dalam perencanaan.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Sidoarjo menggelar sosialisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Tulangan 2025-2045, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menyasar para kepala desa se-Kecamatan Tulangan.
Kepala Dinas P2CKTR Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan, menyatakan sosialisasi bertujuan agar para kades dapat menyampaikan informasi kepada warga.
“Sehingga dalam pemanfaatan ruang tidak terjadi kesalahan atau indikasi hukum. Intinya agar pemanfaatan ruang sesuai peruntukan,” ujarnya.
Dijelaskan olehnya bahwa RDTR WP Tulangan mengatur penataan dan integrasi zona perumahan, perdagangan, jasa, perkantoran, dan industri. Ia berharap masyarakat yang ingin membuka usaha dapat terbantu melalui sistem OSS (Online Single Submission).
“Contoh seperti lahan sawah yang sebagian bisa dimanfaatkan dengan kegiatan lain, namun tidak boleh mengganti sawah yang masuk LP2B,” katanya.
Sementara itu, Abdillah Nasih selaku Ketua DPRD Sidoarjo mengapresiasi agenda tersebut karena RDTR memudahkan penataan pembangunan dan pengendalian tata ruang.
“Bagi pelaku usaha butuh kepastian hukum, lokasi mana yang boleh dan tidak. Risiko pelanggaran bisa dihindari bila ada RDTR,” tuturnya.
DPRD Sidoarjo, lanjut Nasih, berharap kearifan lokal Kecamatan Tulangan terakomodasi dalam RDTR.
“Ada budaya religi karena makam Mbah Jaelani, pabrik gula, bangunan kuno, pondok pesantren tua, serta budaya ekonomi dari UKM. Semoga kekhasan ini terakomodasi,” paparnya.
Kegiatan juga dihadiri pejabat pemerintah daerah setempat, seperti Asisten III Setda Sidoarjo, Bahrul Amig, serta Camat Tulangan, Moch Andi Sulistiono. (sta/mar)










