Pengurus Gapembi Kota Probolinggo Periode 2025-2030 Dilantik

Ringkasan Berita
  • DPC Gapembi Kota Probolinggo periode 2025-2030 telah dilantik dengan Nur Fathur Rahman Efendi sebagai ketua.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja baru dari 40 dapur terdaftar dan menggerakkan perekonomian lokal.
  • Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menargetkan penurunan angka stunting menjadi 4-4,5% dalam enam bulan ke depan melalui program MBG.
  • Kebutuhan bahan pangan dapur MBG akan dipenuhi melalui kerja sama dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang memiliki kemampuan swakarya, swakelola, dan swamitra.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPC Gapembi) Kota Probolinggo periode 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Orin Hall and Resto, Jumat (31/7/2026) siang.

Nur Fathur Rahman Efendi dipercaya memimpin DPC Gapembi Kota Probolinggo selama lima tahun ke depan. Ia menilai jika Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 40 dapur yang telah terdaftar di Kota Probolinggo, dan setiap dapur diperkirakan mampu mempekerjakan sekitar 50 orang.

“Artinya, program ini mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja baru. Jumlah tersebut belum termasuk dampak positif yang dirasakan petani, pedagang, dan peternak lokal di Kota Probolinggo,” katanya, Sabtu (1/8/2026).

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang juga turut hadir bersama Frokopimda, berharap keberadaan Gapembi dapat memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam menurunkan angka stunting di Kota Probolinggo.

“Mestinya dalam enam bulan lagi angka stunting di kota ini bisa turun menjadi 4 sampai 4,5 persen. Dengan adanya sekitar 33 dapur, hampir semua penerima manfaat, mulai dari balita, ibu menyusui, hingga anak sekolah, dapat terjangkau,” ujarnya.

Aminuddin menjelaskan, keberadaan dapur-dapur MBG juga berpotensi untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha. Kebutuhan bahan pangan dapur MBG dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang memiliki kemampuan swakarya, swakelola, dan swamitra. (ugi/msn)