Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Terintegrasi Terpadu (Gema Pitu) untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar.
- Kegiatan menekankan pemahaman perbedaan pertumbuhan fisik anak (tinggi/berat badan) dan perkembangannya (kemampuan otak dan kecerdasan), serta mendorong pemanfaatan Buku KIA sebagai pedoman wajib bagi orang tua.
- Masyarakat diedukasi tentang pemberian MPASI dari bahan alami sesuai usia, pembatasan gula-garam-penyedap, dan prinsip 4T untuk menghindari risiko kehamilan yang berpotensi stunting.
- Paparan asap rokok diidentifikasi dapat menghambat penyerapan nutrisi janin dan meningkatkan risiko stunting, sementara anak usia 0-2 tahun dianjurkan untuk tidak dikenalkan pada gawai (no screen time).
- Gema Pitu merupakan bagian transformasi Posyandu yang kini terintegrasi dengan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketertiban, dan sosial.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemkab Mojokerto kembali menggelar Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Terintegrasi Terpadu (Gema Pitu) sebagai upaya mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar.
Kegiatan berlangsung di Kantor Kepala Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Selasa (4/8/2026), dengan menghadirkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra atau yang akrab disapa Ning Hana.
Saat itu, ia menekankan pentingnya memahami perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan berkaitan dengan tinggi dan berat badan, sedangkan perkembangan menyangkut kemampuan otak, kecerdasan, dan keterampilan.
Ia juga menegaskan pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai pedoman. ning Hana mengatakan, “Buku KIA ini jimat panjenengan. Di sini ada kolom stimulasi untuk mendukung perkembangan yang wajib diisi orang tua, bukan kader.”
Masyarakat diedukasi mengenai pemberian MPASI sesuai usia dengan bahan alami serta membatasi gula, garam, dan penyedap rasa. Para ibu juga diingatkan menghindari risiko kehamilan melalui prinsip 4T, yakni tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu dekat jarak kehamilan, dan tidak terlalu banyak melahirkan.
Ning Hana menyebut, paparan asap rokok dapat menghambat penyerapan nutrisi janin, dan berpotensi meningkatkan risiko stunting. Gema Pitu bagian dari transformasi Posyandu yang terintegrasi dengan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.
“Posyandu ini mengalami perubahan, lebih terintegrasi, lebih komplet. Yang dulunya hanya pelayanan kesehatan, sekarang ditambah bidang lainnya,” ujarnya.
Pada bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya literasi sejak dini. Ia mengimbau orang tua tidak mengenalkan gawai kepada anak usia 0-2 tahun.
“Anak usia 0 sampai 2 tahun monggo dimaksimalkan mengenal literasi lewat buku saja. No screen time, tidak ada dikenalkan gadget. Karena di usia itu masa perkembangan otaknya sangat pesat,” paparnya. (ris/mar)










