MALANG, BANGSAONLINE.com - Percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya mengejar angka prevalensi. Lebih dari itu, dibutuhkan kerja bersama untuk memastikan setiap anak Jawa Timur tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pesan tersebut mengemuka dalam Monitoring Evaluasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) serta pelaksanaan Aksi Konvergensi Kabupaten/Kota Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Bakorwil Malang, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan dibuka Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, dan diikuti sembilan daerah, yakni Kota/Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota/Kabupaten Pasuruan, Kabupaten/Kota Blitar, Surabaya, dan Sidoarjo.
Asep menegaskan stunting bukan sekadar persoalan gizi, melainkan pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.
“Stunting bukan semata-mata persoalan pertumbuhan fisik anak atau masalah gizi, tetapi persoalan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia mendorong intervensi sejak hulu, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga masa pertumbuhan anak. Pendekatan ini sejalan dengan kerangka PPPS 2026 yang menekankan pencegahan sepanjang siklus kehidupan dan reviu terhadap 31 indikator kinerja pada enam kelompok sasaran.
Asep mengingatkan agar Aksi Konvergensi tidak berhenti sebagai kewajiban administratif.
“Aksi Konvergensi tidak semata-mata menjadi pemenuhan tahapan administratif, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan intervensi benar-benar terencana, terlaksana, dan memberikan hasil,” katanya.
Forum diikuti 45 peserta dari unsur Bappeda, Dinas Kesehatan, perangkat daerah urusan keluarga berencana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pendukung lainnya. Masing-masing daerah memaparkan progres PPPS Semester I, capaian layanan, inovasi, dan rencana tindak lanjut.
Asep berharap, hasil monitoring menjadi early warning system untuk mengoreksi intervensi yang belum efektif, memperkuat program yang berhasil, serta memastikan dukungan penganggaran periode berikutnya.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang berkolaborasi, saling belajar, memperkuat koordinasi, dan menghasilkan langkah perbaikan konkret untuk Semester II 2026,” pungkasnya. (dad/mar)










