Bupati Mojokerto saat melepas 460 wisudawati SOTH atau Sekolah Orang Tua Hebat.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa, mengajak para orang tua meninggalkan budaya pola asuh era 'kolonialisme' yang dinilainya menyesatkan dalam mengasuh anak. Ajakan tersebut disampaikan saat melepas 460 wisudawati Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
Dalam sambutannya, ia menyoroti mitos seputar asupan nutrisi balita, khususnya kolostrum. Menurut dia, masih ada masyarakat yang beranggapan tetesan ASI pertama harus dibuang karena dianggap kotor dan bisa menyebabkan 'sawan' pada bayi.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
Hal tersebut ditegaskan salah kaprah. Kepala daerah yang akrab disapa Gus Barra itu menekankan bahwa kolostrum justru mengandung protein dan vaksin alami yang sangat dibutuhkan bayi baru lahir.
"Perilaku mengasuh balita di negara kita ini masih ada yang menganut budaya kolonial yang merugikan kualitas sumber daya manusia, seperti contohnya keluarnya air susu yang pertama yang disebut kolostrum, justru tidak boleh diberikan kepada bayi kita, padahal kandungan protein dalam kolostrum sangat dibutuhkan oleh bayi," paparnya.
Sejak awal kepemimpinannya, ia menempatkan isu stunting sebagai fokus utama. Gus Barra menilai, stunting merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Program SOTH yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) disebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting, termasuk di Kabupaten Mojokerto.
"Sekolah Orang Tua Hebat ini merupakan terobosan dari BKKBN yang bertujuan untuk memperbaiki pola asuh keluarga yang punya balita dalam rangka percepatan penurunan stunting, karena masalah stunting ini bisa menjadi salah satu hambatan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Mojokerto bahkan di negara yang kita cintai ini," urai Gus Barra.
Pada Wisuda SOTH Kecamatan Pungging Tahap Satu, ia berpesan agar para wisudawati menerapkan ilmu yang diperoleh demi terwujudnya Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur.
"Selamat untuk 460 peserta yang diwisuda pada siang hari ini, panjenengan (anda) berhak menyandang gelar sebagai Orang Tua Hebat, tolong materi pembelajaran yang sudah diajarkan selama ini harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (ris/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




