TUBAN, BANGSAONLINE.com - SMKN Jatirogo, Kabupaten Tuban, mengumpulkan sebanyak 73 orang tua/wali murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di area sekolah. Pertemuan ini digelar untuk memberikan pengarahan agar bantuan pendidikan dari pemerintah pusat tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak dan tepat sasaran.
Wakil Kepala SMKN Jatirogo, M. Albar, mengatakan para wali murid penerima PIP sengaja diundang sebagai bentuk komitmen trasparansi sekolah serta edukasi kepada publik.
Albar menjelaskan bahwa sosialisasi ini penting guna meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai penyaluran dana bantuan. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat sinergi antara orang tua, pihak sekolah, serta BNI selaku bank penyalur.
"Intinya kami ingin memastikan nominal bantuan sebesar Rp1,8 juta per siswa benar-benar terserap untuk menunjang kebutuhan belajar siswa," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Menurut Albar, pengawasan ketat dari pihak orang tua sangat dibutuhkan. Pengalaman pencairan sebelumnya menunjukkan bahwa tanpa pendampingan, beberapa siswa justru membelanjakan uang bantuan untuk hal-hal di luar kebutuhan sekolah.
"Uang segitu kan besar ya, Rp1,8 juta. Kemarin ada yang dibelikan aksesoris motor, ada yang dibuat beli HP," timpalnya.
Mengingat dana bantuan tersebut ditransfer secara langsung ke rekening pribadi siswa, sekolah mendorong peran aktif orang tua dalam mengontrol penggunaannya.
"Selain memberikan arahan pengawasan dan pendampingan, pihak sekolah mengimbau orang tua agar bijak mengelola bantuan tersebut. Jika perlengkapan sekolah anak seperti seragam atau tas masih dalam kondisi layak pakai, dana PIP disarankan dialokasikan kebutuhan pendidikan lain yang lebih mendesak," bebernya.
Selain mengedukasi pengelolaan keuangan, pertemuan ini juga dimanfaatkan sekolah untuk mengklarifikasi isu yang beredar terkait dugaan pemotongan dana bantuan.
"Sekali lagi kami tegaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan penuh kepada siswa yang berhak tanpa ada pengurangan sedikit pun. Sehingga, sosialisasi dengan orang tua dengan mengundang perbankan Himbara perlu dilakukan oleh lembaga pendidikan," papar Albar.
Satu suara dengan hal tersebut, Kepala SMKN Jatirogo, Darusman, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan proses pencairan transparan yang melibatkan para wali murid.
"Rencananya pencairan dilakukan bersama orang tua agar penggunaannya dapat diketahui bersama. Saya juga sudah memastikan tidak ada potongan dalam dana PIP ini," ujar Darusman.
Melalui kerja sama antara orang tua, komite sekolah, dan BNI, Darusman berharap berbagai narasi simpang siur yang kerap menyudutkan pihak sekolah dapat diredam.
"Semoga kedepan tidak ada kesalahpahaman mengenak penyaluran PIP. Apalagi isu-isu yang tidak jelas sumbernya," pungkasnya. (wan/rev)










