Santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban Ciptakan Robot Penyiram Tanaman Otomatis

Santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban Ciptakan Robot Penyiram Tanaman Otomatis Santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban bersama robot penyiram tanaman otomatisnya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Humaira Ramadhani Huda, santri kelas XI MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, berhasil menciptakan robot penyiram tanaman otomatis berbentuk Naga Air yang diberi nama IMOT BLUNO. 

Robot ini mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) dengan sensor kelembapan tanah, LCD, serta kendali Bluetooth berbasis Arduino. Humaira menjelaskan, proses pembuatan dilakukan melalui beberapa tahapan. 

"Yang pertama analisis kebutuhan yang dimulai dari Arduino Uno, Kabel Jumper, Sensor Kelembapan, Relay 5V, Pompa, Battery 9 volt, LCD I2C serta aplikasi Arduino IDE untuk upload kode program," paparnya. 

Disampaikan pula olehnya, perangkat dirangkai sesuai desain dan kode program diunggah ke Arduino Uno setelah desain rangkaian dibuat melalui simulator thinker card. 

"Setelah proses upload kode berhasil dilakukan uji coba produk ke media tanah," ucapnya.

Selama pembuatan, Humaira didampingi intensif oleh Ustadzah Ella Fransiska. 

"Proses pembuatan cukup menantang tapi harus fokus juga. Saya menjadi banyak belajar dari kesalahan-kesalahan proses pembuatan dan dipandu oleh pendamping," katanya.

Ia menjelaskan, robot IMOT BLUNO berfungsi mendeteksi kelembapan tanah. 

"Jadi fungsi dari robot ini adalah mendeteksi tingkat kelembapan tanah terutama untuk taman, sehingga ketika tanah terdeteksi kering maka relay akan menyalakan pompa air secara otomatis dan tingkat kelembapannya bisa dipantau melalui LCD tadi, jika sensor telah mendeteksi bahwa tanah lembab maka relay akan mematikan pompa secara otomatis," paparnya.

Humaira mengungkapkan, ide awal robot ini bertujuan memudahkan pemeliharaan tanaman di madrasah. 

Konsep awal sempat dipadukan dengan remot kontrol agar robot bisa berjalan dan menancapkan sensor sendiri, namun karena kendala teknis, realisasi dilakukan dalam bentuk monitoring dan penyiraman otomatis.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi robot yang lebih aman dan stabil, sehingga bermanfaat bagi pemeliharaan tanaman di sekolah maupun masyarakat. 

"Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini adalah inovasi teknologi yang bisa dikembangkan lagi dan nantinya bisa kerja sama dengan pemerintah kabupaten Tuban untuk dikembangkan dan bisa bermanfaat untuk masyarakat," kata Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Teguh Pambudi Agung.

Pihaknya berkomitmen terus melahirkan inovasi teknologi dan sains, serta mendorong santri mengikuti kompetisi nasional maupun internasional agar hasil karya dapat memberi manfaat luas. (coi/mar)