Unirow Tuban Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Ketahanan Pangan Lewat Seminar Nasional

Unirow Tuban Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Ketahanan Pangan Lewat Seminar Nasional Para narasumber dalam seminar nasional yang digelar Unirow Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan dunia akademik dengan upaya kemandirian dan ketahanan pangan. 

Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ke-10 yang digelar pada hari ini, Minggu (31/8/2025).

Dalam seminar bertajuk 'Transformasi Pendidikan Tinggi Melalui Kampus Berdampak untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kemandirian Pangan', Rektor Unirow Tuban, Warli, menyatakan tema tersebut relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, di mana pendidikan dan ketahanan pangan saling berkaitan erat.

“Tentu pendidikan kita butuh kemandirian pangan untuk mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas pendidikan di Tuban sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis lokal.

Seminar ini turut menghadirkan Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Jarot Indarto, yang menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional dan menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka panjang, menengah, serta rencana kerja pemerintah.

“Posisi Unirow saat ini sangat strategis, baik dalam bidang pendidikan maupun ketahanan pangan, terlebih di Kabupaten Tuban,” katanya.

Ia juga mendorong agar Unirow menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam pendampingan program ketahanan pangan, termasuk membantu pemda dalam pemetaan target kecukupan pangan dan jumlah petani.

“Di daerah sekarang sedang menunggu pendampingan asistensi. Jadi Unirow harus digandeng oleh pemda,” imbuhnya.

Sementara itu, Luky Praditya, ilmuwan dan eks Koordinator Fasilitasi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, menyoroti indeks daya saing daerah (IDSD) Kabupaten Tuban yang masih berada di angka 3,37. 

Menurut dia, meskipun pemerataan pendidikan sudah cukup baik, angka tersebut masih tertinggal dari Kabupaten Magetan yang telah mencapai 3,78.

“Tingkat pendidikan Tuban sudah tinggi, tapi angkanya masih 3,37. Ini harus diupdate lewat data kependudukan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suryani slekau pakar pendidikan dan Kaprodi S3 Pendidikan Dasar FIP Universitas Negeri Surabaya. Ia menilai, kualitas pendidikan di Tuban sudah merata, dan tidak ada masalah signifikan dalam hal infrastruktur, tenaga kependidikan, maupun digitalisasi.

“Pendidikan di Tuban sudah baik, tidak ada masalah untuk infrastruktur, tenaga kependidikan dan digitalisasi. Internet sudah masuk di mana-mana,” tuturnya.

Seminar ini diikuti oleh sekitar 200 pemakalah dari kalangan dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum. Kegiatan tahunan ini bertujuan menghimpun serta mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (wan/mar)