Ringkasan Berita
- Anggota DPR RI Syafiuddin mengajak kader PKB dan masyarakat Bangkalan untuk memperkuat nilai empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) sebagai dasar menjaga persatuan.
- Sosialisasi ini menekankan pentingnya menyaring informasi di media sosial untuk mengatasi tantangan maraknya hoaks dan berita tak terverifikasi yang berpotensi memicu perpecahan.
- Kader PKB diharapkan menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dalam penggunaan media sosial, memanfaatkan sisi positifnya sambil mengantisipasi dampak negatif.
- Penguatan semangat kebangsaan dinilai krusial untuk menjaga kohesi sosial di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan teknologi yang pesat.
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin mengajak kader PKB dan masyarakat Bangkalan memperkuat nilai-nilai empat pilar kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ajakan tersebut disampaikan Syafiuddin saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama DPAC se-Kabupaten Bangkalan di Graha Kebangkitan Bangsa, Selasa (23/6/2026).
Menurut Syafiuddin, perkembangan teknologi dan media sosial memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, tetapi juga membawa tantangan berupa maraknya berita bohong atau hoaks.
Karena itu, penguatan semangat kebangsaan dinilai penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
“Melalui empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika diharap bisa menjadi dasar para kader PKB dan masyarakat Bangkalan untuk tetap bersatu padu tanpa menimbulkan perpecahan,” ujarnya.
Syafiuddin mengatakan, media sosial memiliki sisi positif dan negatif yang perlu dipahami masyarakat dalam penggunaannya.
Di satu sisi, media sosial dapat mempercepat penyebaran informasi, sedangkan di sisi lain masyarakat harus mampu menyaring informasi yang tidak memiliki sumber jelas.
Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Syafiuddin berharap kader PKB dapat menjadi agen perubahan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam menggunakan media sosial.
“Saya yakin, jika keempat pilar kebangsaan ini bisa diterapkan, isu-isu perpecahan yang sering kita temukan di media sosial itu bisa kita atasi bersama dengan tetap memegang teguh persatuan dan kesatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. (uzi/van)










