
Ia pun mengajak masyarakat Jawa Timur mendoakan warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah.
"Hari ini kita mungkin berada di tempat yang berbeda, dalam keadaan yang berbeda. Tapi kita tetap satu Indonesia. Dan ketika saudara-saudara kita satu Indonesia sedang menghadapi musibah, kemerdekaan mengingatkan kita untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga hadir, peduli, dan saling menguatkan," tuturnya.
Khofifah menegaskan, peringatan 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum memperkuat tekad seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berkeadilan, dan makmur sesuai tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Menurutnya, kemerdekaan yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar para pahlawan harus diisi melalui kerja keras dan kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.
"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka adalah perjalanan panjang yang harus kita syukuri sekaligus kita jadikan energi untuk terus bergerak maju. Kemerdekaan bukanlah titik akhir perjuangan, tetapi amanah bagi setiap generasi untuk menghadirkan kehidupan bangsa yang semakin berdaulat, adil dan makmur," kata Khofifah.
Ia menilai tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" memiliki makna yang relevan dengan tantangan pembangunan bangsa saat ini.
Ketiga nilai tersebut, lanjut Khofifah, merupakan satu kesatuan yang harus diwujudkan secara beriringan.
Khofifah menjelaskan, kedaulatan tidak hanya berarti kemampuan bangsa menjaga keutuhan wilayah dan menentukan arah masa depannya sendiri.
"Kita harus semakin berdaulat dalam pangan, energi, ekonomi, teknologi, sumber daya manusia dan berbagai sektor strategis lainnya. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berdiri tegak serta menentukan masa depannya sendiri," tegasnya.
Upacara Peringatan HUT ke-81 Proklamasi tersebut dikomandani Letkol Inf. Imam Adiyaqsnto selaku Komandan Yonif 500/Sikatan Kodam V/Brawijaya.
Sementara itu, Perwira Upacara dijabat Letkol Prasetya Hari Karyawan.
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan Purna Paskibraka Nasional 2025 Arka Bintang dari SMA Al-Hikmah Surabaya.
Pengibaran bendera melibatkan Pembawa Baki Amelia Nagatha Ivana dari SMK 3 Kota Probolinggo, Pembawa Bendera Shanine Amelia Lazarau dari SMAN 5 Surabaya, Pembentang Bendera Moh. Fendi Zarkasi dari SMA 3 Taruna Angkasa, serta Pengerek Bendera Marco Ardiansya Dewa Anwari dari SMA Negeri 1 Magetan. (dev/van)









