Produksi Garam Sampang Tembus 50 Ribu Ton, Target 310 Ribu Ton Tahun ini

Ringkasan Berita
  • Produksi garam di Kabupaten Sampang hingga pertengahan Agustus 2026 telah diperkirakan melebihi 50 ribu ton, meskipun data masih dalam proses rekapitulasi.
  • Target produksi garam tahun 2026 ditetapkan sebesar 310 ribu ton, dengan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai jika kondisi cuaca mendukung.
  • Sentra produksi garam terbesar di Sampang berada di Kecamatan Sreseh, Pangarengan, dan Sampang, yang memiliki lahan luas dan menjadi penyumbang utama.
  • Seluruh lahan garam yang tersedia masih berproduksi, dengan pemerintah mendorong intensifikasi dan optimalisasi lahan untuk meningkatkan produktivitas.
  • Cuaca sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2026 menjadi faktor kritis yang memengaruhi keberhasilan proses produksi garam.

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Produksi garam di Kabupaten Sampang diperkirakan telah menembus lebih dari 50 ribu ton hingga pertengahan Agustus 2026.

Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sampang M. Mahfud mengatakan data produksi tersebut masih dalam proses rekapitulasi. Namun, berdasarkan perkiraan sementara, produksi garam telah berada di atas 50 ribu ton.

"Untuk saat ini masih belum direkap semua, tapi perkiraan sudah di atas 50 ribu," kata Mahfud, Selasa 18 Agustus 2026.

DKP Sampang menargetkan produksi garam tahun ini mencapai 310 ribu ton. Mahfud optimis target tersebut dapat tercapai apabila kondisi cuaca mendukung proses produksi.

Menurut dia, kondisi cuaca sejak pertengahan Juli hingga Agustus menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi produksi garam.

"Kalau dilihat dari cuaca pertengahan Juli ini, saya optimis bahwa target produksi itu bisa dicapai," ujarnya.

Mahfud menyebut tiga wilayah yang menjadi sentra produksi garam terbesar di Sampang, yakni Kecamatan Sreseh, Pangarengan, dan Sampang.

Ketiga wilayah tersebut memiliki lahan produksi garam yang cukup luas sekaligus menjadi penyumbang produksi terbesar.

"Kalau sentranya itu banyak di Sreseh, Kecamatan Sreseh, Pangarengan, Sampang. Itu yang besar, tiga besar," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, seluruh lahan produksi garam yang tersedia saat ini masih berproduksi. Pemerintah juga mendorong intensifikasi dengan mengoptimalkan kembali lahan yang telah digunakan agar produktivitas garam dapat meningkat.