SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pertumbuhan ekonomi dan berbagai indikator pembangunan Jawa Timur mendapatkan apresiasi positif. Meski demikian, keberhasilan pembangunan dinilai tidak cukup hanya diukur dari seberapa tinggi angka pertumbuhan ekonomi makro, melainkan dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga tren positif tersebut melalui strategi pembangunan yang terarah.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena kerja-kerja yang terkoordinir dengan baik, strategi-strategi yang berjalan dengan baik, sehingga program-program itu bisa menyasar pada kebutuhan masyarakat. Tidak heran kalau pertumbuhan ekonomi baik, penurunan pengangguran juga signifikan. Itu tentu berkat kerja keras semuanya,” ujar Lia saat diwawancarai RRI Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur pada Semester I 2026 tumbuh 5,84 persen—menjadikannya yang tertinggi di Pulau Jawa. Sementara pada Triwulan II 2026, ekonomi Jatim tumbuh 5,72 persen secara tahunan (yoy).
Sejalan dengan itu, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan tren membaik:
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Turun menjadi 3,42 persen pada Mei 2026.
- Jumlah Penduduk Bekerja: Mencapai 24,46 juta orang dengan proporsi pekerja formal 36,18 persen.
- Sektor Penyerapan Terbesar: Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi dengan menyerap 31,76 persen tenaga kerja.
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): IPM Jawa Timur tercatat mencapai 76,13.
Ning Lia -sapaan akrabnya- menekankan bahwa penurunan angka pengangguran harus diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan pekerja agar masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan dunia kerja.
“Yang penting adalah bagaimana program-program itu bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Termasuk bagaimana kita melihat persoalan pengangguran, bagaimana ada akses lapangan pekerjaan yang memadai, terutama bagi tenaga kerja,” tegasnya.
Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi ruang evaluasi bersama agar capaian angka makro berbanding lurus dengan terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan sejahtera.










