Ringkasan Berita
- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerima Pimpinan Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik atas program unggulan RT Berkelas, yang memposisikan warga sebagai penentu prioritas pembangunan di lingkungannya.
- Program RT Berkelas mengalokasikan anggaran Rp215 miliar untuk lebih dari 4.000 RT, dengan mekanisme perencanaan bottom-up di mana usulan warga menjadi dasar pembangunan.
- Konsep program dinilai membawa perubahan mendasar dari pola top-down menjadi partisipatif, menjadikan RT sebagai pintu masuk untuk membaca dan menyelesaikan persoalan riil yang berbeda tiap lingkungan.
- Wamendagri Bima Arya menilai penghargaan ini sebagai apresiasi atas kerja keras kepala daerah menghadapi kompleksitas tantangan pemerintahan, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
- Keberlanjutan program RT Berkelas dijamin karena telah masuk dalam RPJMD Kota Malang, sehingga akan berjalan sepanjang lima tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakilnya.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima penghargaan Pimpinan Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik, yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, di MNC Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penghargaan tersebut diperoleh berkat Program RT Berkelas, salah satu program unggulan yang lahir dari penjabaran visi dan misi kepemimpinan Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin.
Wahyu Hidayat menjelaskan, melalui Program RT Berkelas, Pemerintah Kota Malang membuka ruang bagi warga untuk menentukan sendiri kebutuhan paling mendesak di lingkungannya. Dari ribuan RT itulah arah pembangunan dirancang, persoalan dipetakan, dan prioritas ditentukan.
“Konsepnya sederhana, tetapi membawa perubahan mendasar dalam pola pembangunan, masyarakat tidak lagi hanya menunggu dan menerima, melainkan ikut menentukan,” ungkap Wahyu, Jumat (28/8/2026).
Dalam program tersebut, setiap RT diberi kesempatan mengajukan kebutuhan prioritas sesuai kondisi wilayah masing-masing. Usulan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pembangunan yang didukung pemerintah daerah.
Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak semata ditentukan dari atas. Suara warga menjadi titik awal.
Komitmen itu diperkuat dengan alokasi anggaran sebesar Rp215 miliar untuk pelaksanaan RT Berkelas yang menyasar lebih dari 4.000 RT di Kota Malang. Anggaran tersebut menjadi instrumen untuk membawa pelayanan dan pembangunan lebih dekat ke lingkungan tempat warga menjalani kehidupan sehari-hari.
Bagi Pemkot Malang, RT Berkelas bukan sekadar program bantuan pembangunan di tingkat lingkungan. Program ini dibangun dengan semangat menjadikan warga sebagai bagian dari pengambil arah pembangunan di wilayahnya sendiri.
Wamendagri Bima Arya, menilai penghargaan kepada kepala daerah merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras menghadapi kompleksitas tantangan pemerintahan saat ini.
“Setiap pemimpin ada zamannya, setiap pemimpin ada tantangannya. Pemimpin hari ini, kepala daerah hari ini dihadapkan pada tantangan yang sangat tidak mudah. Kalau hari ini kemudian para kepala daerah itu menerima penghargaan, mereka memang para petarung,” ujar Bima Arya.
Menurutnya, kepala daerah saat ini tidak hanya dituntut menjalankan pemerintahan dan memenuhi janji politik. Mereka juga harus mengawal program strategis nasional, memastikan pelayanan dasar berjalan, menghadapi dinamika media, hingga bekerja dalam koridor hukum yang semakin kompleks.
Karena itu, Bima menegaskan penghargaan tidak seharusnya berhenti sebagai pencapaian personal seorang kepala daerah.
“Dan kita berharap tentu penghargaan ini bukan sekadar menambah daftar koleksi pribadi kepala daerah, tapi juga merupakan penghargaan bagi semua yang berkeringat yang menyukseskan program-program prorakyat dan memberikan inspirasi bagi yang lain,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang tetap bekerja melayani masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.
Wahyu Hidayat menegaskan penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap pelaksanaan RT Berkelas yang selama ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan kebutuhan prioritas di lingkungannya.
“RT Berkelas ini memang sengaja kita berikan satu peluang atau kesempatan kepada RT untuk bisa mengusulkan sesuai dengan prioritasnya di wilayah masing-masing. Dan ini adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa memberikan satu usulan dan merealisasikan sesuai dengan prioritasnya,” terang Wahyu.
Bagi Wahyu, kekuatan RT Berkelas terletak pada kedekatannya dengan persoalan riil warga. Setiap lingkungan memiliki kebutuhan berbeda dan tidak semuanya dapat diselesaikan dengan pola pembangunan yang seragam.
Karena itu, RT menjadi pintu masuk untuk membaca persoalan secara lebih dekat.
Wahyu juga memastikan RT Berkelas bukan program yang berhenti setelah menerima penghargaan. Program tersebut telah masuk dalam RPJMD Kota Malang, sehingga keberlanjutannya menjadi bagian dari arah pembangunan daerah selama lima tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin.
“Iya, karena sudah masuk di dalam RPJMD Kota Malang, jadi ini diteruskan dan bisa sampai dengan lima tahun kepemimpinan saya bersama Mas Wakil Wali Kota,” pungkasnya.
Penghargaan Pimpinan Daerah Awards 2026 pun menjadi lebih dari sekadar trofi bagi Pemerintah Kota Malang. Pengakuan itu sekaligus menguatkan satu pesan: ketika pembangunan benar-benar dimulai dari kebutuhan warga, suara dari tingkat RT pun bisa bergema hingga tingkat nasional. (dad/msn)










