Ringkasan Berita
- Pemerintah Kota Malang meluncurkan 73 unit angkutan pelajar gratis untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
- Program ini bertujuan memberikan akses transportasi yang aman, nyaman, dan bebas biaya serta diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
- Kebijakan ini dipandang sebagai investasi dalam keselamatan dan akses pendidikan, sekaligus strategi jangka panjang untuk memperkuat budaya penggunaan transportasi publik.
- Peluncuran mendapat dukungan dari pihak kepolisian yang menyebut langkah ini dapat meningkatkan keselamatan pelajar dan mendukung tertib lalu lintas.
- Program ini menegaskan komitmen Pemkot Malang untuk kebijakan transportasi yang berorientasi pada keselamatan dan perlindungan generasi muda, bukan sekadar mobilitas.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Pemkot Malang di bawah kepemimpinan Wahyu Hidayat meluncurkan 73 unit Angkutan Pelajar Gratis Tahun 2026.
Program tersebut bertujuan memberikan akses transportasi aman, nyaman, dan bebas biaya bagi pelajar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.
Peluncuran yang digelar di Balai Kota Malang, Senin (31/8/2026), mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setyo P.S.
“Angkutan pelajar gratis ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan keselamatan pelajar, terutama bagi mereka yang masih belum memiliki SIM, sekaligus mendukung tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Wali Kota Malang menegaskan, program ini bukan sekadar penyediaan kendaraan gratis, melainkan investasi pemerintah dalam keselamatan, akses pendidikan, dan masa depan generasi muda.
“Program ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan inklusif bagi para pelajar,” katanya.
Menurut dia, keberadaan angkutan pelajar gratis juga menjadi strategi jangka panjang Pemkot Malang untuk memperkuat budaya penggunaan transportasi publik.
Selain meringankan beban ekonomi keluarga, kebijakan ini diharapkan menekan jumlah pelajar pengguna sepeda motor sehingga risiko kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dapat berkurang.
Peluncuran dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat Pemkot Malang, serta perwakilan pengemudi angkutan pelajar. Usai seremoni, Wali Kota Malang bersama Forkopimda meninjau armada sebelum melepas keberangkatan angkutan pelajar gratis.
Dengan beroperasinya 73 unit angkutan pelajar gratis, Pemkot Malang menegaskan arah kebijakan transportasi tidak hanya berorientasi pada mobilitas, tetapi juga keselamatan dan perlindungan generasi muda. Program ini menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjaga masa depan pelajar Kota Malang. (dad/mar)










