Ringkasan Berita
- Wali Kota Malang menegaskan kemajuan daerah memerlukan partisipasi aktif masyarakat, bukan hanya infrastruktur dan program pemerintah. Partisipasi dalam menjaga budaya, kebersamaan, dan ruang kreatif dinilai penting untuk membentuk kota yang maju dan berkarakter.
- Kampung Klasik IV merupakan inisiatif warga untuk merawat tradisi melalui kreativitas dan gotong royong, yang mendapat apresiasi pemerintah. Kegiatan ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan dan menciptakan lingkungan yang rukun, harmonis, serta nyaman.
- Pelestarian budaya ditempatkan sebagai bagian penting pembangunan karakter masyarakat, dengan kemajuan tidak boleh meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai akar kehidupan. Tradisi perlu dikemas secara kreatif dan relevan bagi generasi muda agar tetap hidup dan berkembang.
- Teknologi digital didorong untuk dimanfaatkan dalam memperkenalkan budaya lokal Malang kepada masyarakat luas. Kombinasi budaya, kreativitas, teknologi, dan kekuatan masyarakat diyakini dapat menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi dan sosial.
- Gerakan budaya berbasis masyarakat seperti Kampung Klasik diyakini akan memperkuat karakter Kota Malang sebagai kota yang maju, kreatif, dan berakar pada jati diri budayanya. Hal ini diharapkan menciptakan kota modern yang tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas lokal.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak cukup hanya dibangun melalui infrastruktur dan program pemerintah.
Partisipasi masyarakat dalam menjaga budaya, membangun kebersamaan, serta menciptakan ruang kreatif disebut sebagai kekuatan penting untuk membentuk Kota Malang yang maju sekaligus berkarakter.
Pesan itu disampaikan Wahyu saat membuka Kampung Klasik IV bertema 'Merawat Tradisi, Menghidupkan Ruang Waktu' yang digagas warga RW XI Merjosari, Perumahan Villa Bukit Tidar, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran Wali Kota Malang sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif warga yang konsisten merawat tradisi melalui kreativitas dan gotong royong. Menurut dia, Kampung Klasik telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.
“Ketika masyarakat bergerak, berkarya, dan saling menguatkan, maka akan lahir lingkungan yang semakin rukun, harmonis, dan nyaman untuk kita tempati bersama,” ujarnya.
Ia menekankan kota yang maju bukan hanya hasil program pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif warganya. Wahyu menempatkan pelestarian budaya sebagai bagian penting pembangunan karakter masyarakat.
“Kemajuan tidak berarti kita harus meninggalkan budaya dan nilai-nilai yang menjadi akar kehidupan masyarakat kita,” katanya.
Wali Kota Malang mendorong agar tradisi dikemas secara kreatif dan relevan dengan generasi muda, seperti yang ditunjukkan melalui Kampung Klasik. Selain itu, Wahyu mengingatkan agar teknologi digital dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya lokal Malang ke masyarakat luas.
Wahyu menilai, ketika budaya, kreativitas, teknologi, dan kekuatan masyarakat berjalan bersama, budaya lokal tidak hanya bertahan tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan ekonomi dan sosial.
“Kita bisa tetap modern, tetap kreatif, tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada jati diri dan kekayaan budaya kita,” tegasnya.
Wahyu optimistis gerakan budaya berbasis masyarakat seperti Kampung Klasik akan memperkuat karakter Kota Malang sebagai kota yang maju, kreatif, dan berkarakter. (dad/mar)










