BLITAR, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang dengan pembangunan 13 pos jaga pada tahun 2026.
Sejumlah titik prioritas berada di wilayah Blitar, sebagai bagian dari program nasional peningkatan keselamatan perlintasan yang mencakup 190 titik di berbagai daerah operasi KAI.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganan dilakukan secara terukur.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Di Blitar, pembangunan pos jaga mencakup JPL 209 KM 130+327 (Stasiun Blitar-Rejotangan), JPL 182 KM 117+186 (Stasiun Garum-Blitar), JPL 174 KM 113+137 (Stasiun Talun-Garum), JPL 172 KM 112+389 (Stasiun Talun-Garum), dan JPL 171 KM 111+973 (Stasiun Talun-Garum).
Sisanya tersebar di Bojonegoro, Kediri, Nganjuk, dan Madiun. Selain pembangunan pos jaga, KAI menyiapkan 52 calon petugas penjaga pintu perlintasan melalui peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja.
Tohari menekankan keselamatan di perlintasan sebidang juga bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.
“Kami juga mengajak dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang,” katanya.
Ia mengingatkan pengguna jalan untuk berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat kondisi kanan dan kiri, serta memastikan jalur aman.
“Berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan kondisi aman, serta tidak menerobos palang pintu merupakan kunci utama dalam mencegah risiko kecelakaan,” pungkasnya. (ina/mar)










