GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Mohammad, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan investasi masuk ke Kota Pudak tahun ini sebesar Rp30 triliun. Hingga semester pertama, realisasi investasi telah mencapai Rp11,4 triliun.
Namun, target tersebut tidak sebanding dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). OPD pengampu sektor perizinan itu hanya mampu menyumbang sekitar Rp35 miliar pada APBD Perubahan (APBD-P) 2026.
“Memang tidak berbanding lurus, di saat target investasi masuk Rp30 triliun, DPMPTSP hanya mampu memberikan kontribusi PAD kisaran Rp35 miliar,” kata Mohammad kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (6/9/2026).
Ia menambahkan, target PAD tersebut turun jauh dari kesepakatan awal Rp75 miliar pada APBD 2026. Menurut dia, ada 4 faktor penyebab penurunan, yakni kurang maksimalnya dukungan OPD terkait dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), biaya konsultan yang memberatkan pemohon, minimnya personel DPMPTSP, serta terbatasnya anggaran operasional.
Mohammad meminta pemerintah segera menyelesaikan kendala tersebut agar kinerja DPMPTSP membaik. Ia juga menyebut target PAD keseluruhan OPD penghasil tahun ini ikut turun.
Pada APBD 2026, PAD ditetapkan Rp1,62 triliun, namun dalam APBD-P turun menjadi Rp1,58 triliun. Pendapatan daerah juga turun dari Rp3,37 triliun menjadi Rp3,16 triliun, sementara belanja daerah diproyeksikan Rp3,60 triliun.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala DPMPTSP Gresik, A.M. Reza Pahlevi, belum memberikan penjelasan. (hud/mar)










