GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua DPRD Gresik, Wongso Negoro, menyoroti lambatnya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski berstatus sebagai kota industri dengan arus investasi puluhan triliun rupiah setiap tahunnya, peningkatan PAD dalam 7 tahun terakhir dinilai jauh dari kata maksimal.
Berdasarkan catatannya, pertumbuhan PAD sejak 2019 hingga saat ini hanya berkisar di angka Rp500 miliar.
"Pertumbuhan PAD Gresik sebagai salah satu penopang belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbilang belum bagus. Dalam kurun waktu tujuh tahun dalam catatan saya sejak tahun 2019 hingga saat ini, PAD hanya tumbuh kisaran Rp 500 miliar," kata Wongso kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (9/9/2026).
Ia merinci, realisasi PAD Gresik pada 2019 menyentuh Rp1,025 triliun. Namun, pada APBD-Perubahan tahun 2026, PAD hanya diproyeksikan sebesar Rp1,580 triliun.
ā"Proyeksi PAD hingga APBD-P 2026 Rp1,580 triliun itu juga turun dibandingkan dengan target PAD pada APBD 2026 yang diproyeksikan Rp1.621.783.089.785,63.," cetusnya.
Ketua DPD Golkar Gresik ini menilai angka tersebut tidak sebanding dengan tren positif investasi. Pada 2024, nilai investasi yang masuk ke Gresik mencapai Rp37,91 triliun, tertinggi di antara kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
ā"Masih belum ada lompatan PAD secara signifikan di saat investasi di Gresik tumbuh pesat," ujarnya.
Ia membandingkan pencapaian ini dengan wilayah tetangga. Pada 2026, proyeksi PAD Sidoarjo mencapai Rp2,7 triliun, sementara Surabaya di angka Rp8,19 triliun.
"Sudah waktunya Gresik berpacu pada peningkatan PAD sehingga Gresik diharapkan bisa mandiri fiskal," tuturnya.
Terdapat beberapa faktor penghambat pertumbuhan PAD, salah satunya adalah keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan fiskal daerah.
"Faktor lain, belum optimalnya penggalian objek PAD baru atau ekstensifikasi PAD, pengelolaan aset daerah seperti tanah untuk sumber PAD, dan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Gresik sebagai sumber PAD," urai Wongso.
Untuk itu, ia mendorong Pemkab Gresik agar segera mengalihfungsikan aset-aset yang tidak produktif melalui skema kerja sama guna mendongkrak pendapatan daerah.
ā"Ada ribuan aset tanah dan bangunan milik Pemkab Gresik yang masih nganggur. Kalau aset itu bisa dikelola atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga, saya optimis akan banyak menyumbang PAD. Di Gresik sudah banyak pengusaha yang memanfaatkan aset mereka untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga, dan hasilnya sangat besar," pungkasnya. (hud/mar)










