BNPB Tekankan Keselamatan dan Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Anak Krakatau

BANGSAONLINE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD menekankan tiga hal utama dalam menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau, yakni keselamatan masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan, serta kewaspadaan.

Penekanan ini disampaikan seiring aktivitas erupsi yang masih berlangsung. Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

BNPB menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dengan larangan keras bagi warga maupun wisatawan memasuki kawasan berbahaya.

Selain itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama BPBD harus ditingkatkan dengan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, dan kebutuhan dasar tersedia.

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu tsunami.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan pengamatan pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dengan fenomena lava fountain.

PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Kamera pengamatan dilaporkan rusak akibat lontaran material vulkanik.

Dari sisi kegempaan, tercatat satu letusan dengan amplitudo 70 milimeter. BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan akan melakukan evaluasi jika terjadi perubahan signifikan.

Masyarakat diimbau memperoleh informasi melalui kanal resmi BNPB, BPBD, PVMBG, dan Badan Geologi untuk menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak terverifikasi.