Exit Tol Malang-Kepanjen Masih Menunggu Kajian Pusat

MALANG, BANGSAONLINE.com- Rencana pembangunan Tol Malang-Kepanjen belum final. Pemerintah masih menggodok desain paling efisien sebelum menentukan jalur yang akan menjadi bagian dari proyek strategis nasional tersebut. 

Review Feasibility Study (FS), dan basic design ditargetkan rampung Desember tahun ini untuk menentukan trase, jumlah interchange, hingga kebutuhan investasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyebut perubahan jalur masih terbuka, termasuk kemungkinan bergeser ke timur.

“Paling prinsipnya pasti itu akan berubah, entah itu bergeser ke timur, bergeser ke mana kan itu belum clear,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, pemerintah tidak hanya mengejar kelayakan, tetapi juga efisiensi anggaran. Jumlah interchange yang semula direncanakan 4 titik bisa dikurangi menjadi 2 atau 1.

Efisiensi juga ditempuh dengan memperpendek trase, mengurangi tikungan, serta menekan kebutuhan struktur seperti jembatan. Estimasi investasi sebelumnya mencapai Rp10,04 triliun, namun angka tersebut belum final.

“10,04 itu bisa jadi turun, bisa jadi tetap. Kan lihat harga sekarang, 2022 sama sekarang kan ada naik juga,” ucap Oong, sapaan akrab Kepala DPUBM Kabupaten Malang.

Meski efisiensi menjadi perhatian, pemerintah memastikan konektivitas tetap dijaga. Tol Malang-Kepanjen diharapkan memperkuat akses menuju kawasan Pantai Selatan, termasuk jalur Gondanglegi-Balekambang.

Rencana exit tol di Pakisaji, Gondanglegi, hingga Kromengan juga belum final dan menunggu kajian pusat. Apabila hasil kajian dinilai layak, pembentukan konsorsium melalui skema KPBU akan menjadi tahapan berikutnya, dan pembebasan lahan diproyeksikan mulai tahun depan. 

“Intinya langsung mungkin di 2027 bisa dilaksanakan untuk mulai pembebasan lahan,” kata Oong. (dad/mar)