Pembangunan Jembatan Legok Dikebut, Target Rampung 4 Bulan

Ringkasan Berita
  • Jembatan Legok yang sempat ambrol dan memutus akses penghubung warga Pakisaji dan Wagir sedang dibangun ulang dengan target selesai dalam 4 bulan sejak Juli 2026.
  • Jembatan baru berukuran 18x5 meter dengan anggaran Rp1,4 miliar dirancang lebih kuat, mampu dilalui motor hingga truk untuk mendukung mobilitas dan distribusi hasil pertanian.
  • Selama pembangunan, masyarakat dimanfaatkan jalur alternatif melalui Desa Jatisari atau Mendalanwangi dan diminta bersabar atas ketidaknyamanan.
  • Pemulihan akses ini diharapkan memperkuat konektivitas antardesa dan melancarkan jalur distribusi ekonomi antara wilayah Pakisaji dan Wagir.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Akses penghubung warga Pakisaji dan Wagir yang sempat terputus akibat ambrolnya Jembatan Legok kini mulai dipulihkan.

Pemkab Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) mengebut pembangunan jembatan baru di Kampung Legok, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji.

Jembatan yang menjadi jalur vital penghubung Desa Wadung, Pakisaji dengan Desa Sukoanyar, Wagir, tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 4 bulan sejak pengerjaan dimulai Juli 2026. 

“Saat ini progres pembangunan Jembatan Legok terus kami kebut. Target kami sekitar empat bulan sejak Juli 2026 sudah bisa difungsikan kembali oleh masyarakat,” kata Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, Senin (10/8/2026).

Jembatan baru berukuran panjang 18 meter dan lebar 5 meter dengan nilai pembangunan sekitar Rp1,4 miliar. Khairul menegaskan konstruksi baru dirancang lebih kuat dan berkapasitas besar agar mampu menopang mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.

“Jembatan ini nanti bisa dilalui sepeda motor, mobil, sampai truk. Harapannya mobilitas warga Pakisaji dan Wagir, terutama distribusi hasil pertanian, bisa kembali lancar dan aman,” ujarnya.

Selama proses pembangunan, pengguna jalan masih harus memanfaatkan jalur alternatif melalui Desa Jatisari atau Mendalanwangi. DPUBM meminta masyarakat bersabar dan memastikan koordinasi dengan pemerintah desa agar akses alternatif tetap berjalan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama pengerjaan. Akses alternatif sudah kami koordinasikan dengan pemerintah desa setempat agar warga tetap bisa beraktivitas,” ucap Khairul.

Dengan konstruksi baru yang lebih kuat, Jembatan Legok diharapkan tidak hanya memulihkan akses yang sempat terputus, tetapi juga memperkuat konektivitas antardesa, serta membuka jalur distribusi ekonomi lebih lancar antara wilayah Pakisaji dan Wagir. (dad/mar)