TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja bersama Tim Asistensi Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Graha Paripurna Gedung DPRD Trenggalek, Senin (7/9/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan bahwa agenda utama rapat Banggar tersebut difokuskan untuk mematangkan pembahasan Kebijakan Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Doding menjelaskan, pembahasan ini merupakan kelanjutan dari hasil kecermatan dan evaluasi yang sebelumnya telah dilakukan di tingkat komisi-komisi DPRD.
“Jadi kemarin itu sudah ada KUA PPAS dan sebagainya kemudian kita rasionalisasi dan ada tambahan-tambahan misalkan untuk sekarang bencana kekeringan, itu kita anggarkan, kita tambahilah,” ujar Doding.
Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, penambahan alokasi dana penanganan bencana kekeringan tersebut diprioritaskan untuk pengadaan armada tangki air bersih. Langkah ini diambil guna memperluas jangkauan distribusi air ke wilayah-wilayah yang terdampak.
Adapun besaran penambahan anggaran yang disepakati untuk pembelian tangki air tersebut bernilai Rp86 juta. Selain penanganan bencana, Banggar DPRD Trenggalek juga mendorong agar alokasi belanja sektor infrastruktur dapat dimaksimalkan pada perubahan anggaran kali ini.
Ia berharap seluruh program yang dirancang dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) dapat terealisasi dan dieksekusi secara optimal oleh pemerintah daerah.
“Jadi pemantapan ini sudah kita lakukan di Badan Anggaran dan insyaallah besok sudah siap untuk kita paripurnakan,” terangnya.
Soroti Pengembangan Pabrik Es di Watulimo
Di sisi lain, Doding mengungkapkan bahwa Banggar turut meminta Komisi II DPRD Trenggalek untuk memberikan rincian kebutuhan anggaran secara mendalam terkait rencana pengadaan alat untuk Pabrik Es—salah satu unit usaha BUMD Trenggalek yang beroperasi di wilayah Kecamatan Watulimo.
“Tadi Komisi II belum bisa mendetailkan, kita perintahkan untuk bagaimana perkembangan Pabrik Es itu, nanti akan ditindaklanjuti di pembahasan Komisi,” pungkas Doding.










