SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Polrestabes Surabaya mendalami beredarnya flyer promosi Club Zona Genteng Surabaya yang menampilkan enam perempuan dengan visual mengenakan seragam polisi.
Flyer tersebut menampilkan enam perempuan dengan nama yang tercantum sebagai tiga mami atau koordinator LC dan tiga disk jockey (DJ).
Penanganan awal perkara tersebut dilakukan Polsek Genteng sebelum kemudian dilimpahkan untuk ditangani Polrestabes Surabaya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, visual dalam materi promosi tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Orang-orang yang ditampilkan dalam materi promosi tersebut diketahui merupakan pegawai tempat hiburan. Mereka disebut tidak mengenakan seragam Polri secara fisik sebagaimana tergambar dalam flyer.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil pengecekan dan pemeriksaan sementara yang dilakukan polisi.
“Berdasarkan hasil pengecekan dan pemeriksaan sementara, orang-orang yang terdapat dalam materi tersebut tidak menggunakan seragam Polri secara fisik sebagaimana tergambar dalam flyer. Tampilan pakaian dan atribut tersebut merupakan hasil pembuatan visual menggunakan teknologi AI,” ujarnya.
Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan secara rinci mengenai identitas lima orang yang telah diperiksa dalam perkara tersebut.
Kelima orang yang diperiksa diketahui merupakan pihak yang diduga terlibat dalam proses pembuatan atau penggantian foto menggunakan teknologi AI.
Polrestabes Surabaya juga memastikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejauh ini tidak ditemukan adanya hubungan, kerja sama, persetujuan, dukungan resmi, maupun keterlibatan institusi Polri dalam pembuatan dan publikasi materi promosi tersebut.
“Polrestabes Surabaya masih melakukan pendalaman terhadap proses pembuatan dan penyebaran materi tersebut, termasuk konteks dan tujuan penggunaannya,” jelas AKP Hadi. (rus/van)










