Sanad Sahih Bukhari Disambungkan hingga Hasyim Asy'ari Warnai  MUTUN 2026 di Tebuireng

JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar prosesi ijazah dan penyambungan sanad kitab Sahih Bukhari hingga Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai bagian dari Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2026, Selasa (6/10/2026).

Sesi pengijazahan tersebut dipimpin langsung salah satu jajaran masyayikh Tebuireng, KH Mutohharun Afif, Lc., MH.I. Sanad keilmuan yang ditransmisikan dalam forum tersebut bersambung hingga pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, melalui jalur transmisi KH Idris Kamali.

Hadir dalam majelis tersebut Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Rais Marhalah Tsaniyah, pimpinan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA), jajaran idariyyin, serta para peserta MUTUN 2026.

Tradisi Khataman dan Ikhtiar Spiritual

Prosesi diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin Kiai Mutohharun, kemudian dilanjutkan pembacaan maqra’ kitab Sahih Bukhari secara bergantian oleh seluruh peserta.

Tradisi membaca dan mengkhatamkan kitab hadis tersebut telah rutin dilaksanakan di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari sejak 2023. Kebiasaan ini terinspirasi dari gerakan khataman Sahih Bukhari yang diinisiasi PCNU Jombang sejak 2020 sebagai sarana mendekatkan diri sekaligus ikhtiar spiritual tolak bala.

Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Roziqi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk melatih ketelitian sekaligus membiasakan mahasantri berinteraksi langsung dengan teks-teks hadis primer.

"Kegiatan sambung sanad dan ijazahan ini bertujuan untuk membiasakan para mahasantri membaca kitab-kitab hadis," ujar Roziqi, Selasa (6/10/2026).

Di samping memiliki nilai akademis, forum tersebut juga menjadi ikhtiar untuk meraih keberkahan sekaligus menjaga kerapian mata rantai keilmuan (sanad) agar tetap tersambung hingga Mbah Hasyim Asy’ari.

Rangkaian kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen MUTUN 2026 yang mengusung tema “Developing Hadith Studies in Pesantren: From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge” sebagai ruang akselerasi kajian hadis di dunia pesantren. (aan/van)