KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Dinkes Kota Batu memeriksa 16 bayi di bawah usia dua tahun (baduta) untuk memantau status gizi dan mencegah stunting di Puskesmas Batu, Rabu (7/10/2026).
Emi Kursilowati, Staf Administrasi Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Batu, menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak.
"Pemeriksaan ini kita lakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan baduta, dengan menghadirkan dokter spesialis anak, sekaligus memastikan tidak ada kelainan yang terlewat," ujarnya.
Pemeriksaan mencakup pengecekan fisik dan laboratorium, termasuk kadar hemoglobin serta pemantauan pola makan. Dari target 20 anak, 16 hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 13 anak berstatus stunting dan tiga anak dalam kondisi pertumbuhan baik.
Sementara itu, 10 anak memiliki kadar Hb normal, sedangkan enam anak perlu meningkatkan kadar hemoglobinnya.
"Yang kadar HB-nya kurang, akan diberikan sirup penambah darah dan diperiksa ulang 1–2 minggu ke depan. Sebanyak 10 anak akan menerima susu PKMK, sisanya susu standar sesuai kebutuhan masing-masing," jelas Emi.
Ia menjelaskan bahwa pola makan, jadwal makan yang disiplin, asupan protein hewani, serta jam tidur sebelum pukul 9 malam menjadi kunci utama pertumbuhan anak yang sehat.
"Harapan kita, seluruh baduta yang saat ini berstatus stunting dapat pulih dan memiliki status gizi yang baik kembali," ucapnya.
Wahyu Widyawati, warga Oro-oro Ombo RW 05, menyambut baik langkah tersebut.
"Terima kasih kepada Dinkes. Pemeriksaan rutin seperti ini sangat membantu kami orang tua memantau perkembangan anak sejak dini, agar mereka tumbuh sehat dan kuat," ungkapnya.
Pemeriksaan berkala yang disertai edukasi kepada orang tua diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kesehatan generasi penerus Kota Batu. (adv/adi)










