SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bergerak cepat merespons aduan warga terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang melibatkan pengemudi armada Wirawiri Suroboyo bernama Nasihin.
Usai dipanggil dan menjalani proses pemanggilan klarifikasi, pihak operator resmi menjatuhkan sanksi berupa surat peringatan (SP) 2.
Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dishub Surabaya, Eni Sugiharti, menegaskan bahwasanya peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi manajemen maupun para pengemudi.
"Kejadian ini menjadi pelajaran buat kita semua. Saya minta Pak Nasihin juga menjadikan ini sebagai pelajaran. Bahwa sampean menyetir dan sebagainya itu yang awasi masyarakat, bukan hanya manajemen pengelola. Jadi, jangan sampai apa yang dilakukan membahayakan orang lain," ujar Eni, Rabu (7/10/2026).
Menindaklanjuti insiden tersebut, Dishub Surabaya akan meninjau ulang titik peletakan halte di lokasi kejadian untuk memastikan tidak mengganggu arus lalu lintas serta menjamin keselamatan pengguna jalan.
"Memang keadaan jalan di situ kecil. Tapi tetap nanti kita akan evaluasi terhadap peletakan-peletakan halte yang ada," tegas Eni.
Dishub Surabaya turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari kejadian ini.
"Kami atas nama Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Surabaya memohon maaf atas kejadian tersebut," tuturnya.
Pihaknya juga mendorong partisipasi aktif warga untuk turut mengawasi operasional layanan transportasi umum di Surabaya.
"Kepada masyarakat, kami berharap apabila ada pelanggaran-pelanggaran seperti hal tersebut, maka jangan segan-segan untuk melaporkan pada kami melalui media sosial maupun kanal pengaduan yang ada di Pemerintah Kota Surabaya," jelasnya.
Sementara itu, dalam sesi klarifikasi, Nasihin membenarkan bahwa dirinya sempat membuka kaca mobil dan berucap "opo" (apa) setelah mendapat klakson panjang dari pengemudi mobil lain di belakangnya.
"Iya, benar. Saya tidak mengurangi kata-kata, saya buka kaca. Ketika saya bilang 'opo', supaya dari yang ngelakson tadi, Bapak yang pakai mobil hitam itu mungkin biar ada pertanyaan dari situ," ungkap Nasihin.
Ia menambahkan, usai menurunkan penumpang, dirinya berupaya mengatur posisi kendaraan di badan jalan yang relatif sempit agar tidak menghambat kendaraan lain.
"Bahwasanya benar kalau saya itu sudah menurunkan penumpang, sedangkan saya sudah menurunkan penumpang. Kalau saya tidak melaju ke depan, yang di belakang saya itu pasti ngelakson-ngelakson. Itu sangat panjang sekali klaksonnya," sebutnya.
Nasihin mengaku sempat hendak beralih ke lajur kanan, namun ruang jalurnya terhalang oleh kendaraan lain.
"Saya ambil mau kanan, ada mobil pikap itu mau menutup ruang untuk saya mau masuk ke kanan. Terus saya ambil ke depan, di depan mobil hitam tadi itu yang sudah menunggu lampu merah, biar supaya ini saya mau membuka ruang jalan yang sebelah kiri," pungkasnya.










