JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ketua Perhimpunan Kedaulatan Rakyat (PKR), Khalid Zabidi mengungkapkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi-JK ternyata tidak cukup jitu dan gagal mengatasi berbagai tantangan krisis yang mendera Indonesia.
"Sepuluh paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Jokowi, namun satu pun mampu menaklukkan krisis. Bahkan berada di tebing yang makin menakutkan. Ribuan buruh di-PHK, bahkan investor sudah tidak percaya lagi dengan paket ekonomi yang dikeluarkan," ujar Khalid saat acara diskusi bertajuk "Reshuffle Kabinet; Mengembalikan Kepercayaan Publik di Menteng, Jakarta, Minggu (14/02).
BACA JUGA:
- Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas
- OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Guna Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor
- Peran Doktor Ekonomi dalam Merumuskan Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
- Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi LPG dan BBM Meningkat
Menurutnya, masyarakat tengah menunggu gebrakan yang lebih konkret dari pemerintah. Di mana masyarakat saat ini juga tengah gelisah dengan berbagai ketidakpastian yang ditunjukkan pemerintah.
"Ini sudah satu tahun lebih berkuasa. Begitu banyak janji yang tidak terealisasi. Sebenarnya, kendala pertama persoalan bangsa ini ada di istana sendiri. Bagaimana Jokowi mengelola kekuasaannya," ujarnya.
Berbagai ketidakpastian, kata Khalid akibat kurangnya sinergitas antar menteri di kabinet. Sehingga, ucap Khalid, presiden perlu segera melakukan reshufle kabinet jilid II.
"Ketika reshuffle jilid I, kepercayaan publik sempat meningkat kembali. Namun di tengah jalan, kepercayaan publik kembali merosot. Setiap ada kepentingan, antar sektor kementerian ini jalan sendiri-sendiri. Antar menteri saling berhadapan. Kadang berhadapan dengan paket ekonomi yang sedang berjalan," ujarnya.
Untuk itu, salah satu rekomendasi Perhimpunan Kedaulatan Rakyat perlu lakukan reshuffle besar-besaran untuk menyelamatkan indonesia dari krisis ini. "Harus reshuffle semua dari nol, jika ingin keluar dari permasalahan ini, " pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




