Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp18.036, Terjepit Konflik Timur Tengah dan Proyeksi OECD

Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp18.036, Terjepit Konflik Timur Tengah dan Proyeksi OECD

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026). Mata uang garuda terapresiasi 13 poin atau sekitar 0,07% ke level Rp18.036 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, kurs rupiah berada di posisi stagnan pada level Rp18.039 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen geopolitik Timur Tengah, data makroekonomi AS, serta proyeksi terbaru pertumbuhan ekonomi domestik.

1. Sentimen Geopolitik: Kegagalan Gencatan Senjata AS-Iran

Dari sektor eksternal, ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, pada hari Kamis menolak kesepakatan gencatan senjata dengan Israel yang dimediasi oleh AS. Padahal, Iran telah menetapkan perdamaian di Lebanon sebagai syarat mutlak untuk setiap kesepakatan dengan Washington.

Di saat bersamaan, eskalasi militer terus meningkat. AS dilaporkan menyerang beberapa target di Iran pekan ini, yang memicu serangan balasan dari Garda Revolusi terhadap aset-aset Amerika di Kuwait dan Beirut.

“Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia percaya kemajuan sedang dicapai antara Israel dan Lebanon dan bahwa Lebanon pantas mendapatkan perdamaian,” tulis Ibrahim Assuaibi dalam risetnya.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Pejabat Israel mengisyaratkan pasukannya tidak akan menarik diri dari Lebanon selatan. Kondisi ini memperkecil peluang kesepakatan damai jangka panjang, terlebih setelah Teheran dilaporkan menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Washington karena menganggap AS melanggar komitmen.

2. Pasar Menanti Data Ketenagakerjaan AS (NFP)

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO