Ilustrasi. Foto: Unsplash
BANGSAONLINE.com - Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI) menegaskan peran strategis para doktor ekonomi dalam merumuskan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dikutip dari portal informasi terpercaya Surat Indonesia, penegasan tersebut mengemuka dalam Kongres IDEI 2026 yang digelar di Surabaya, Selasa (13/1/2026).
Forum Kongres IDEI 2026 ini menjadi respons atas tantangan global dan ketimpangan domestik yang masih membayangi perekonomian nasional.
Acara yang dihadiri akademisi, peneliti, praktisi kebijakan, serta doktor ekonomi dari berbagai daerah itu menyoroti pentingnya paradigma ekonomi berkelanjutan.
IDEI menilai pembangunan nasional ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan makro, tetapi harus mampu menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan merata.
Ketua Umum IDEI, Prof. Dr. Hary Soegiri, MBA, menekankan bahwa Kongres IDEI bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang refleksi intelektual untuk memperkuat kontribusi doktor ekonomi dalam kebijakan publik. Menurutnya, Indonesia membutuhkan gagasan ekonomi yang solutif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
“Kongres IDEI menjadi ruang penegasan peran IDEI sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat. Para doktor ekonomi harus menghasilkan pemikiran yang tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi bisa diimplementasikan,” ujar Hary Soegiri.
Dalam konteks pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, IDEI menilai tantangan yang dihadapi semakin kompleks.
Tekanan global, perubahan geopolitik, serta ketimpangan sosial-ekonomi di dalam negeri menuntut pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, peran doktor ekonomi dipandang krusial dalam merumuskan kebijakan berbasis riset, data, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir secara virtual, menyoroti pentingnya perubahan paradigma pembangunan, khususnya di daerah.






