Bupati Gresik dan Kapolres Jenguk Korban Tawuran Panceng, Minta Konflik Tak Meluas

Bupati Gresik dan Kapolres Jenguk Korban Tawuran Panceng, Minta Konflik Tak Meluas Bupati Fandi Akhmad Yani dan Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menjenguk korban pembacokan Wahyu Agung Pratama. foto: ist.

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menjenguk korban pembacokan akibat tawuran remaja di Panceng yang dirawat di RSUD Ibnu Sina, Minggu (1/3/2026).

Korban bernama Wahyu Agung Pratama (24), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.

Wahyu menjadi satu dari dua korban dalam insiden tawuran antara remaja Desa Campurejo dan Desa Banyutengah saat patroli sahur pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Kapolres turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik Mukhibatul Khusnah serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hassan.

Bupati juga menggelar audiensi dengan keluarga korban serta aparatur Desa Campurejo dan Desa Banyutengah di lingkungan rumah sakit.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam melakukan mitigasi konflik agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ini menjadi komitmen kita bersama untuk antisipasi sedemikian rupa agar tidak melebar lagi. Saya berharap seluruh pihak di sini menjadi pemadam bila terjadi perselisihan di bawah," ujarnya.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pentingnya menjaga keamanan wilayah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Ia meminta jajaran kepolisian hingga tingkat kecamatan aktif mengawal aktivitas masyarakat agar tetap berjalan kondusif.

"Penekanan saya, jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Apalagi menjelang lebaran, jangan sampai ada euforia berlebihan. Saya titipkan kepada Polsek dan Camat untuk mengatur kegiatan yang positif. Semoga Gresik tetap aman dan kondusif," tandasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada manajemen RSUD Ibnu Sina dan Dinas Kesehatan atas respons cepat dalam penanganan korban hingga kondisinya berangsur membaik.

Sementara itu, dokter spesialis bedah yang menangani korban, Agung, menjelaskan bahwa tindakan medis telah dilakukan secara maksimal dan tepat waktu.

Korban yang sempat mengalami luka serius di bagian perut kini menunjukkan perkembangan signifikan.

"Hari ini sudah kita lakukan perbaikan, pencucian, dan pengecekan organ dalam. Beruntung tidak ada bagian usus yang pecah. Pasien saat ini sudah mulai mobilisasi, mulai bisa duduk, dan akan segera kita coba diet makan. Jika dalam 1-2 hari ke depan stabil, pasien sudah bisa rawat jalan," jelasnya. (hud/van)