Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor

Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Ketua DPRD M. Syahrul Munir saat memimpin rapat penanganan Kali Avoor dan pedagang setelah ditertibkan. Foto: Syuhud/Bangsaonline.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemkab dan DPRD Gresik telah menggelar rapat gabungan di ruang paripurna DPRD Gresik untuk membahas penanganan banjir di Kecamatan Driyorejo, dampak dari luapan Kali Avoor, Kamis (9/4/2026).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir tersebut, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengajak seluruh peserta rapat untuk bersama-sama satu suara dalam penanganan banjir luapan Kali Avoor.

“Saya mengajak DPRD dan semua komponen untuk bersama-sama dalam penanganan Kali Avoor Driyorejo agar tak kembali meluap sehingga terjadi banjir,” kata Bupati Gresik.

Ia menceritakan pengalamannya saat penanganan normalisasi Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada tahun 2021 agar tak meluap saat musim hujan. Saat itu, DPRD Gresik tidak menganggarkan untuk normalisasi. Namun Bupati Gresik mengajak 53 perusahaan dan 25 pengembang di wilayah Cerme untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan penyaluran corporate social responsibility (CSR).

“Saya minta kepada para pengusaha agar bantuan yang digunakan beli mi instan dialihkan beli solar untuk alat berat. Kita mengubah pola dari yang sebelumnya memberi bantuan sembako, berubah menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana banjir,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut Bupati, Pemda melalu Dinas Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sudah melakukan berbagai langkah.

“Berbekal pengalaman normalisasi Kali Lamong ini, PU dan BBWS sudah tak belajar lagi, tanya lagi ke Bupati, sudah mengerti caranya,” tandasnya.

Bupati minta dalam penanganan banjir di Driyorejo untuk dibentuk tim teknis dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Brantas, DPRD, desa, PUTR, dan pihak terkait.

“Kita (pemda) punya uang. Nanti tim anggaran (timang) yang menganggarkan,” tambahnya.

Sependapat dengan bupati, anggota fraksi Gerindra, Muchamad Zaifudin sangat mendukung Driyorejo bebas banjir yang dikeluhkan warga bertahun-tahun setiap musim hujan.

“Di bantaran Kali Avoor banyak bangunan liar (bangli). Kami sangat mendukung pembongkaran bangli agar Kali Avoor kembali normal, tidak meluap,” katanya.

Ketua Komisi III, Sulisno Irbansyah, menyampaikan bahwa anggota DPRD dari daerah pemilihan Driyorejo - Wringinanom sangat berharap Driyorejo bebas banjir luapan Kali Avoor.

“Sering kami sampaikan ke Kadis PU tapi terkendala anggaran. Alhamdulillah sekarang Pak Bupati siapkan anggaran,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh Ketua Komisi I, M. Rizaldi Saputra yang juga dari dapil sama.

“Kami sangat mendukung kesepakatan Bupati dan DPRD menuntaskan Kali Avoor agar tidak kembali meluap dan mengakibatkan banjir,” kata Rizaldi.

Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Triastuti, mengatakan Kali Avoor setelah dinormalisasi bantarannya akan dibuatkan taman, agar pedagang tak kembali menempati lahan tersebut untuk berjualan.

Sementara itu, Syahrul Munir menambahkan bahwa hasil rapat juga menghasilkan sejumlah rekomendasi. Antara lain, pembentukan tim teknis penanganan Kali Avoor, Komisi III bersama DPUTR mengawal penganggaran normalisasi Kali Avoor, dan Komisi II bersama bidang Aset BPPKAD mengawal relokasi pedagang pasca ditertibkan dari bantaran Kali Avoor.

“Saya minta dalam normalisasi Kali Avoor dilakukan secara komprehensif. Termasuk saluran anak kali Avoor dan drainase yang menghubungkan agar tak kembali meluap,” pintanya.

Terkait relokasi pedagang, rapat menyerahkan kepada Bidang Aset BPPKAD Gresik bersama tim teknis setelah ada usulan beberapa tempat untuk relokasi, antara lain di Sentra Land Driyorejo dan Jalan Driyorejo-Kesamben. (hud/msn)