Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Ketua DPRD M. Syahrul Munir saat memimpin rapat penanganan Kali Avoor dan pedagang setelah ditertibkan. Foto: Syuhud/Bangsaonline.
“Di bantaran Kali Avoor banyak bangunan liar (bangli). Kami sangat mendukung pembongkaran bangli agar Kali Avoor kembali normal, tidak meluap,” katanya.
Ketua Komisi III, Sulisno Irbansyah, menyampaikan bahwa anggota DPRD dari daerah pemilihan Driyorejo - Wringinanom sangat berharap Driyorejo bebas banjir luapan Kali Avoor.
“Sering kami sampaikan ke Kadis PU tapi terkendala anggaran. Alhamdulillah sekarang Pak Bupati siapkan anggaran,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh Ketua Komisi I, M. Rizaldi Saputra yang juga dari dapil sama.
“Kami sangat mendukung kesepakatan Bupati dan DPRD menuntaskan Kali Avoor agar tidak kembali meluap dan mengakibatkan banjir,” kata Rizaldi.
Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Triastuti, mengatakan Kali Avoor setelah dinormalisasi bantarannya akan dibuatkan taman, agar pedagang tak kembali menempati lahan tersebut untuk berjualan.
Sementara itu, Syahrul Munir menambahkan bahwa hasil rapat juga menghasilkan sejumlah rekomendasi. Antara lain, pembentukan tim teknis penanganan Kali Avoor, Komisi III bersama DPUTR mengawal penganggaran normalisasi Kali Avoor, dan Komisi II bersama bidang Aset BPPKAD mengawal relokasi pedagang pasca ditertibkan dari bantaran Kali Avoor.
“Saya minta dalam normalisasi Kali Avoor dilakukan secara komprehensif. Termasuk saluran anak kali Avoor dan drainase yang menghubungkan agar tak kembali meluap,” pintanya.
Terkait relokasi pedagang, rapat menyerahkan kepada Bidang Aset BPPKAD Gresik bersama tim teknis setelah ada usulan beberapa tempat untuk relokasi, antara lain di Sentra Land Driyorejo dan Jalan Driyorejo-Kesamben. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




