Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Ketua DPRD M. Syahrul Munir saat memimpin rapat penanganan Kali Avoor dan pedagang setelah ditertibkan. Foto: Syuhud/Bangsaonline.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemkab dan DPRD Gresik telah menggelar rapat gabungan di ruang paripurna DPRD Gresik untuk membahas penanganan banjir di Kecamatan Driyorejo, dampak dari luapan Kali Avoor, Kamis (9/4/2026).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir tersebut, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengajak seluruh peserta rapat untuk bersama-sama satu suara dalam penanganan banjir luapan Kali Avoor.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Wakil Bupati Gresik dan Istri Berangkat Haji Bersama 375 Jamaah Kloter 46
“Saya mengajak DPRD dan semua komponen untuk bersama-sama dalam penanganan Kali Avoor Driyorejo agar tak kembali meluap sehingga terjadi banjir,” kata Bupati Gresik.
Ia menceritakan pengalamannya saat penanganan normalisasi Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada tahun 2021 agar tak meluap saat musim hujan. Saat itu, DPRD Gresik tidak menganggarkan untuk normalisasi. Namun Bupati Gresik mengajak 53 perusahaan dan 25 pengembang di wilayah Cerme untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan penyaluran corporate social responsibility (CSR).
“Saya minta kepada para pengusaha agar bantuan yang digunakan beli mi instan dialihkan beli solar untuk alat berat. Kita mengubah pola dari yang sebelumnya memberi bantuan sembako, berubah menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana banjir,” tuturnya.
Di sisi lain, lanjut Bupati, Pemda melalu Dinas Pekerjaan Umum yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sudah melakukan berbagai langkah.
“Berbekal pengalaman normalisasi Kali Lamong ini, PU dan BBWS sudah tak belajar lagi, tanya lagi ke Bupati, sudah mengerti caranya,” tandasnya.
Bupati minta dalam penanganan banjir di Driyorejo untuk dibentuk tim teknis dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Brantas, DPRD, desa, PUTR, dan pihak terkait.
“Kita (pemda) punya uang. Nanti tim anggaran (timang) yang menganggarkan,” tambahnya.
Sependapat dengan bupati, anggota fraksi Gerindra, Muchamad Zaifudin sangat mendukung Driyorejo bebas banjir yang dikeluhkan warga bertahun-tahun setiap musim hujan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




