Menurut sumber ini, Kejaksaan setempat juga telah mengendus adanya ketidakberesan dalam setiap kunker yang dilakukan para anggota dewan selain dugaan reses fiktif.
"Beberapa waktu lalu, salah satu pejabat Kejari sempat meminta data tentang kunker dewan. Jadi kemungkinan mereka sudah mengendus ketidakberesan yang terjadi tidak hanya pada reses fiktif, melainkan juga pada Kunker," terang sumber ini sambil mewanti-wanti untuk tidak disebut namanya.
Pemberitaan tentang dugaan reses fiktif sendiri sudah menjadi viral di sosial media. Sejumlah netizen mengutuk keras dan meminta aparat untuk segera turun tangan agar perbuatan tidak terpuji anggota dewan Jombang ini bisa segera dihentikan.
Di facebook misalnya, Akun Angga Rachaini dalam komentarnya meminta agar Anggota Dewan yang terlibat untuk dijebloskan dalam penjara. Hal itu supaya wakil rakyat jera dan menjadikan pelajaran bagi yang lain.










