Warga desa Bogoran kecamatan Kampak saat aksi turun ke jalan.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga desa Bogoran kecamatan Kampak pagi tadi (03/06) menggelar aksi turun ke jalan guna menolak rencana pemerintah pusat yang akan membangun bendungan yang terletak di dua desa, yakni Bogoran dan Ngadimulyo.
Aksi damai ratusan warga ini dilakukan di jalan raya Kampak - Munjungan dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan mereka terhadap rencana pemerintah pusat tersebut.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
- Sekretariat DPRD Trenggalek Gelar MCU Bagi Seluruh Anggota Dewan
- Tingkatkan PAD, Komisi IV DPRD Kabupaten Usul Event Alun-Alun Trenggalek Digeser ke GOR Gajah Putih
"Aksi turun ke jalan ini karena warga tidak ingin dipindah dari tanah kelahiran mereka, Selain itu warga menilai selama ini minim sosialisasi dari pemerintah pada warga terkait rencana pembangunan bendungan tersebut," ungkap Nurhadi salah satu perwakilan warga desa Bogoran di sela-sela aksi demo.
Ditambahkan Nurhadi, warga tidak rela jika lingkungan mereka dirusak dan dirubah menjadi bendungan. Dan yang paling membuat warga merasa geram lantaran selama ini pihak Perusahaan sudah melakukan Feasibility Study (FS) (Uji Kelayakan) tanpa ada koordinasi terlebih dulu pada warga.
Pantauan di lapangan, hampir sebagian besar warga yang menggelar aksi turun ke jalan ini merupakan warga yang terdampak langsung dari rencana pembangunana bendungan. Berdasar informasi yang didapat menyebutkan, hampir 200 KK akan terdampak dari rencana pembangunan bendungan ini. (man/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




