KH Hasyim Muzadi: Universitas Tripoli Kagum Persatuan Indonesia Berangkat dari Aswaja

“Oleh karenanya Mufti Lebanon yang relatif netral menyelenggarakan seminar tentang Islam dan nasionalisme, yang sesungguhnya sudah sangat terlambat,” tegas mantan ketua umum PBNU dua periode tersebut.

Keterlambatan tersebut – menurut dia - karena orientasi kelompok-kelompok kepentingan yang lebih percaya kepada kendali luar negeri daripada bersatu diantara bangsanya sendiri.

“Kalau mereka mengundang Indonesia artinya menganggap bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya kepentingan nasional Indonesia tetapi bermakna universal,” kata Kiai Hasyim Muzadi.

Menurut dia, Universitas Tripoli sangat menghargai bahkan mengagumi persatuan Indonesia yang berangkat dari manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja, Imam Syafi'i) yang mampu meletakkan pemikiran Islam tetap pada keasliannya sekaligus dikembangkan dalam bingkai nasionalisme.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: