Yang tidak kalah penting, proses penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal oleh Nahdlatul Ulama pada Muktamar NU di Situbondo 1984 juga tidak lepas dari pengaruh pemikiran Mbah Hasyim. Peran KH Achmad Siddiq dalam merumuskan dokumen hubungan Pancasila dengan Islam yang menjadi dasar keputusan Muktamar NU menerima Pancasila sebagai asas Negara sangat besar.
Menurut Gus Solah, hal itu bukan suatu kebetulan. Melainkan karena pengaruh pemikiran Mbah Hasyim mengignat Kiai Ahmad Siddiq adalah santri Tebuireng. ”Kiai Achmad Siddiq adalah santri Mbah Hasyim," ujarnya.
Empat Warisan Besar
Sementara Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi mencatat ada empat warisan besar KHM Hasyim Asy'ari yang perlu dikembangkan secara kontekstual dalam menjawab tantangan globalisasi. Yaitu, kewirausahaan dan kemandirian ekonomi, semangat nasionalisme, pendidikan berorientasi pada ilmu terapan dan tradisi penulisan ilmiah.










