Pawon yang dibonceng Faizal itu terpental ke jalan aspal, hingga punggung sebelah kirinya kesakitan. Diduga menghindari urusan dengan pihak kepolisian di Situbondo, Moge ugal-ugalan itu itu langsung dinaikkan ke sebuah mobil pickup dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke arah timur.
Sayangnya, kejadian tersebut tidak ada penanganan dari pihak kepolisian Situbondo. Hingga dengan mudah pengendara rombongan moge itu kembali melanjutkan perjalannya ke arah timur dengan pengawalan sedan polisi.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.00 siang itu, tentunya mengundang perhatian warga setempat. Entah takut karena rombongan itu banyak atau karena dikawal oleh mobil polisi, warga setempat hanya bisa menggerutu saja dan tidak bisa berbuat banyak. Namun, Tumyati (35) bibi si korban tidak terima kejadian tersebut yang hanya mengganti kerugian sebesar Rp 250 ribu.
“Saya tidak terima perlakukan yang begini ini, masak seenaknya memberi Rp 250 ribu. Ponakan saya itu punggungnya sakit, iya kalau tidak patah. Habis nabrak kok seenaknya langsung pergi begitu saja, polisi harus mengusut kejadian ini sampai tuntas, mentang-mentang orang kaya atau orang penting lalu dibiarkan begitu saja. Untung tidak ada kendaraan lain yang dari arah timur,” ujar Tumyati ketus.









