Tafsir An-Nahl 106: Kekerasan Hamzah Menghentikan Kekerasan Para Kafir

Apalagi kalau tidak kekerasan. Mereka mengeroyok Abu Bakar, memukuli dan menghabisinya hingga pingsan dan lama tak tersadarkan diri, baru berhenti dan ditinggalkan. Abu Bakar dibawa pulang dan tetap tak sadarkan diri.

Keluarga besar Abi Quhafah, marga Abu Bakar bersumpah dengan teriakan geram: "Jika Abu Bakar sampai mati karena pengeroyokan biadab ini, demi Allah kami tidak akan menyisakan satu pun dari mereka. Akan kami habisi semua sebagai qisas".

Waktu itu, qisas sudah ada, tapi pelaksanaannya sering kali tebang-pilih. Mereka gentar dengan ancaman itu, karena Abu Bakar dari keluarga ternama, punya kabilah yang kuat dan disegani. Jika sampai Abu Bakar meninggal, sudah dipastikan perang antar suku terjadi dan akibatnya pasti habis-habisan. Itu petaka bagi penduduk Makkah. Di sini, Abu Bakar dinobatkan sebagai pencerahan muslim pertama yang berceramah secara terbuka dan dihabisi.

Setelah kejadian itu, Abu Bakar lebih leluasa berdakwah dan memperjuangkan islam. Sebagai keluarga kaya raya, Abu Bakar tak segan-segan mengeluarkan uang untuk agama, bahkan bisa dibilang, keuangannya banyak terkuras untuk pembebasan dan membeli budak muslim yang sedang dalam cengkeraman majikan kafir. Contohnya Bilal, dibeli dan dimerdekakan seketika.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: